kapolres-bogor-akbp-wikha-ardilestanto-dok-istimewa-1772555690821_169
Tragedi di Cisarua: Pasangan WNA Pakistan Dibunuh Pegawainya, Luka Bacok & Tembakan Menggegerkan

Bogor – Sebuah peristiwa tragis mengguncang Cisarua, Bogor, setelah pasangan suami istri warga negara Pakistan ditemukan tewas mengenaskan akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh pegawai mereka sendiri. Korban bernama Mohammad Afzal (56) dan istrinya Firza Afzal (47) ditemukan dengan luka bacok serta beberapa bekas tembakan, memicu kekhawatiran warganet dan penyelidikan intensif aparat kepolisian.

Kejadian itu terjadi pada malam Minggu, 1 Maret 2026 di rumah korban, yang juga digunakan sebagai tempat tinggal dan lokasi usaha mereka di Kampung Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas Polres Bogor menemukan fakta-fakta yang mengarah pada motif sakit hati dan dendam pribadi pelaku terhadap korban.

Menurut keterangan Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, pelaku yang kini telah diamankan adalah seorang pegawai korban yang bekerja di toko rempah milik pasangan tersebut. Selama bekerja selama beberapa tahun terakhir, pelaku kerap mendapat tuduhan mencuri dan ditegur secara verbal oleh majikannya, yang memicu perasaan dendam dalam diri pelaku.

“Motif sementara adalah sakit hati. Pelaku mengaku sering dituduh mencuri dan sering dimarahi oleh kedua korban,” ujar Wikha kepada media saat konferensi pers di Mapolres Bogor.

Investigasi polisi mengungkap bahwa pelaku telah mengatur rencana pembunuhan sejak sore hari sebelum kejadian. Pelaku datang ke rumah korban membawa golok serta senapan angin dan menunggu kedatangan pasangan itu. Ketika korban pulang, pelaku langsung menyerang dengan membabi-buta, membacok serta menembakkan senapan angin ke arah salah satu korban.

Pada jenazah Mohammad, ditemukan dua sayatan tajam dan dua bacokan di bagian leher. Sementara jasad Firza menunjukkan lima luka bacok di area leher dan kepala, serta bekas tembakan di salah satu bagian kepala. Kondisi ini menunjukkan bahwa kejadian tersebut bukan sekadar perkelahian singkat, melainkan aksi brutal yang direncanakan.

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku diduga berusaha menghilangkan jejak dengan membawa jasad kedua korban menggunakan kendaraan milik pasangan itu ke wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dan meninggalkannya di halaman rumah kosong di Jalan Raya Padalarang–Cianjur. Mayat ditemukan oleh warga sekitar pada pagi hari Selasa, 3 Maret 2026, yang kemudian segera dilaporkan kepada polisi.

Polres Bogor bekerja sama dengan Satreskrim Polres Cimahi dan Forensik segera mengevakuasi jenazah untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut. Polisi masih terus mengembangkan penyelidikan untuk memastikan apakah ada motif lain selain sakit hati yang melatarbelakangi peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya konflik internal di tempat kerja atau faktor finansial yang tak terungkap.

Hingga saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Bogor dan sedang menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Aparat juga memastikan tidak ada keterlibatan pihak lain yang dalam kasus ini. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan warga asing serta perilaku kekerasan yang ekstrim terhadap korban oleh pegawainya sendiri.

Pihak kepolisian berharap hasil autopsi dan pemeriksaan lanjutan akan memberikan gambaran lengkap soal motif dan kronologi detil kejadian, serta mempercepat proses hukum terhadap pelaku.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/