WhatsApp Image 2026-03-03 at 11.48.03
Tragedi Berdarah di Toraja: Gara-gara Meja Makan Kosong, Remaja Kalap Tega Bacok Ibu Kandung Hingga Kritis

TANA TORAJA – Suasana tenang di sebuah pemukiman di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mendadak pecah menjadi jeritan histeris. Seorang remaja laki-laki tega melakukan aksi penganiayaan berat terhadap ibu kandungnya sendiri. Ironisnya, tindakan brutal tersebut dipicu oleh masalah sepele: rasa lapar dan tidak adanya makanan yang tersedia di meja makan.

Insiden berdarah ini langsung menghebohkan warga setempat. Sang ibu yang menjadi korban kini dikabarkan dalam kondisi kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bacok yang dideritanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat pelaku pulang ke rumah dalam keadaan lapar. Setibanya di dapur, pelaku mendapati tudung saji dalam keadaan kosong dan tidak ada masakan yang siap santap.

Cekcok mulut antara ibu dan anak pun tak terhindarkan. Pelaku yang diduga tidak mampu menahan emosinya kemudian mengambil sebilah parang. Tanpa ampun, ia melayangkan senjata tajam tersebut ke arah ibu kandungnya.

“Pelaku merasa kesal karena saat pulang ke rumah, ia tidak menemukan makanan. Hal ini memicu pertengkaran hebat yang berujung pada aksi pembacokan,” ungkap pihak kepolisian setempat saat memberikan keterangan awal.

Warga yang mendengar keributan dan teriakan minta tolong segera berdatangan ke lokasi. Mereka mendapati korban sudah bersimbah darah dengan luka robek yang cukup dalam di beberapa bagian tubuh. Korban pun segera dilarikan ke RSUD Lakipadada untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Sementara itu, pelaku sempat berusaha melarikan diri setelah menyadari perbuatan kejinya. Namun, berkat kesigapan aparat kepolisian dari Polres Tana Toraja dibantu warga sekitar, remaja tersebut berhasil diamankan tak lama setelah kejadian.

Saat ini, pelaku telah dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi tengah mendalami apakah ada motif lain di balik aksi nekat remaja tersebut atau apakah ada pengaruh zat tertentu (narkoba/miras) saat kejadian berlangsung.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat mengenai pentingnya komunikasi dalam keluarga dan penanganan masalah emosional pada usia remaja. Pihak Dinas Sosial setempat juga dikabarkan akan turun tangan untuk memberikan pendampingan psikologis, baik kepada korban yang mengalami trauma hebat maupun kepada pelaku yang masih di bawah umur.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mengumpulkan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku dan meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/