ACEH TAMIANG – Kondisi pascabencana banjir yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan sangat memprihatinkan. Kerusakan infrastruktur yang masif hingga kelumpuhan aktivitas ekonomi warga memantik respons cepat dari pemerintah pusat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, yang turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Senin (23/12/2025), menegaskan bahwa situasi ini memerlukan penanganan luar biasa.
Instruksi Tegas: “Fokus Selamatkan Rakyat”
Melihat skala kerusakan yang parah—mulai dari jalanan yang putus, tanggul jebol, hingga ribuan rumah yang masih terendam lumpur—Mendagri mengeluarkan instruksi tegas kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
Ia meminta agar seluruh sumber daya difokuskan untuk penanganan darurat bencana. Birokrasi yang berbelit harus dipangkas demi kecepatan penyaluran bantuan.
“Saya minta penanganan bencana ini dijadikan prioritas utama. Jangan ada yang ditahan-tahan, segera salurkan bantuan logistik, kesehatan, dan perbaikan sarana vital. Rakyat sedang susah, negara harus hadir cepat,” tegas Mendagri di sela-sela kunjungannya.
Gunakan Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT)
Untuk mempercepat proses pemulihan (recovery), Mendagri juga mendesak Pemda Aceh Tamiang dan Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera mencairkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Ia mengingatkan bahwa dalam kondisi darurat seperti ini, penggunaan anggaran BTT sangat dibenarkan secara hukum dan administratif, asalkan penggunaannya transparan dan tepat sasaran. Hal ini penting agar perbaikan infrastruktur penghubung yang vital bisa segera dikerjakan tanpa menunggu tahun anggaran baru.
Dampak Kerusakan Meluas
Laporan di lapangan menyebutkan bahwa banjir kali ini adalah salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di Aceh Tamiang. Sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tumpuan ekonomi warga hancur total, memicu kekhawatiran akan krisis pangan lokal jika tidak segera ditangani.
Pemerintah pusat berjanji akan terus memonitor perkembangan dan siap mengirimkan bantuan tambahan jika kapasitas daerah tidak mencukupi.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























