Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari dunia K-pop setelah Taemin, anggota boy group legendaris SHINee, dikonfirmasi resmi telah mengakhiri kontrak eksklusifnya dengan agensi Big Planet Made Entertainment (BPM). Keputusan ini muncul di tengah beragam isu manajemen termasuk dugaan keterlambatan pembayaran dan kontroversi internal agensi.
Pernyataan resmi dari Big Planet Made pada 24 Februari 2026 menyampaikan bahwa kontrak eksklusif Taemin telah berakhir dan meminta dukungan dari publik agar terus mengikuti aktivitas sang artis ke depan. Namun, agensi tidak memaparkan detail alasan pemutusan kerja sama tersebut kepada publik.
Taemin sendiri bergabung dengan Big Planet Made sejak Maret 2024 setelah kontraknya dengan SM Entertainment berakhir. Selama berada di bawah agensi baru itu, ia tetap aktif melanjutkan kegiatan grup bersama SHINee maupun merilis karya sebagai solois.
Meski kontrak berakhir secara resmi, sejumlah media luar negeri melaporkan bahwa pemutusan itu sebenarnya terjadi lebih cepat dari masa kontrak yang tersisa karena beberapa permasalahan mendasar. Sumber yang dekat dengan industri menyebutkan bahwa Taemin dilaporkan meminta agar kontraknya dihentikan meskipun masih terdapat waktu tersisa, lantaran adanya sejumlah isu yang menghambat kerja sama mereka.
Salah satu aspek yang banyak dibicarakan netizen dan media adalah tautan kontroversial antara Taemin dan stafnya. Laporan menyebut bahwa Taemin secara pribadi membayar gaji sebagian stafnya dengan uangnya sendiri, untuk memastikan tim yang telah bekerja bersamanya tetap mendapatkan hak atas upah mereka selama proses perpisahan ini. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab dan loyalitas tinggi sang artis terhadap staf yang telah berdedikasi kepadanya.
Isu ini mencuat di tengah kabar yang lebih luas tentang Big Planet Made dan perusahaan induknya, One Hundred Label, menghadapi krisis finansial yang menyebabkan keterlambatan pembayaran kepada beberapa artis dan karyawan mereka. Termasuk di antaranya laporan bahwa pihak agensi telah menunda pembayaran untuk sejumlah artis lain di bawah payung yang sama.
Selain soal pembayaran, laporan industri juga menyebutkan bahwa CEO agensi, Cha Ga Won, disebut telah menandatangani kontrak eksternal tanpa persetujuan Taemin, menimbulkan pertanyaan terkait tata kelola internal dan komunikasi antara manajemen dan artis. Hal ini dianggap sebagai salah satu faktor yang memperburuk hubungan kerja kedua belah pihak.
Penggemar Taemin pun bereaksi beragam atas keputusan ini. Banyak yang memuji tindakan sang idola yang mendukung stafnya secara finansial, sementara sebagian lain berharap bahwa langkah ini membuka peluang baru bagi Taemin untuk berkembang di agensi yang lebih stabil atau bahkan memulai karier independen di masa depan.
Kini publik dunia musik K-pop tengah menantikan kabar berikutnya tentang ke mana Taemin akan melangkah setelah meninggalkan Big Planet Made. Beberapa spekulasi menyebut kemungkinan ia akan bergabung dengan agensi lain yang lebih solid atau bahkan mempertimbangkan untuk membentuk label independen dengan timnya sendiri, mengingat komitmen yang telah ia tunjukkan.
Tidak hanya karier solo maupun aktivitas grup, masa depan Taemin juga makin menarik perhatian karena ia dijadwalkan tampil di Coachella 2026 bersama sejumlah nama besar dunia, sebuah panggung global besar yang bisa menjadi momentum baru bagi kariernya setelah perpisahan ini.
Dengan berakhirnya kontrak dan langkah-langkah yang diambilnya, Taemin berhasil menarik simpati publik internasional dan memperkuat reputasinya tidak hanya sebagai performer handal, tetapi juga sebagai pribadi yang peduli terhadap tim di balik layar.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























