BANDUNG – Menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang kian mendesak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah strategis yang cukup signifikan dalam hal anggaran. Guna mengantisipasi penumpukan sampah di berbagai sudut kota, pemerintah daerah kini mengalokasikan dana sekitar Rp3,8 juta untuk setiap satu kali perjalanan (rit) pengangkutan sampah menuju lokasi pembuangan di wilayah Bekasi.
Kebijakan ini diambil sebagai solusi jangka pendek di tengah keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir di sekitar Bandung Raya.
Breakdown Anggaran Pengangkutan Sampah
Biaya sebesar Rp3,8 juta per rit tersebut merupakan angka kumulatif yang mencakup berbagai komponen operasional. Pengalokasian dana ini diharapkan dapat memastikan kelancaran rantai distribusi sampah agar tidak terjadi penumpukan yang berpotensi memicu masalah kesehatan dan estetika kota.
Mengapa Harus ke Bekasi?
Keputusan mengirimkan sampah ke wilayah Bekasi didasari oleh adanya nota kesepahaman (MoU) antar pemerintah daerah untuk saling membantu dalam penanganan krisis lingkungan. Dengan kapasitas lahan di Bekasi yang masih memungkinkan untuk menerima kiriman tertentu, Bandung dapat bernapas lega sementara waktu sembari menyiapkan teknologi pengolahan sampah mandiri seperti PLTSa atau penguatan bank sampah.
Dampak bagi Wilayah Bekasi
Bagi warga Bekasi, masuknya kiriman sampah dari luar wilayah tentunya menjadi perhatian khusus. Pemerintah daerah penerima memastikan bahwa setiap ton sampah yang masuk akan dikelola dengan standar lingkungan yang ketat untuk meminimalisir dampak bau dan polusi air tanah di sekitar area pembuangan.
“Langkah ini adalah upaya darurat agar Bandung tetap bersih. Kami menyadari biayanya tidak murah, namun kesehatan warga dan kebersihan kota adalah prioritas utama kami di tahun 2026 ini,” ujar perwakilan dinas terkait.
Diharapkan dengan alokasi anggaran yang transparan ini, masyarakat dapat memahami besarnya biaya yang diperlukan untuk mengelola sampah, sehingga kesadaran untuk memilah sampah dari sumbernya (rumah tangga) dapat semakin meningkat.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























