69441bcc5be50
Soal Video Viral Main Golf, Kepala BGN Jelaskan Tujuan Kegiatan dan Respons Publik

JAKARTA – Sebuah video yang diduga menampilkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, tengah bermain golf viral di media sosial dan memicu beragam reaksi publik. Video itu tersebar luas di platform seperti Instagram dan TikTok, lengkap dengan narasi yang mengaitkan aktivitas golf tersebut dengan situasi bencana banjir dan longsor yang sedang terjadi di beberapa wilayah Sumatera.

Dalam cuplikan video yang beredar, terlihat sosok pria berpakaian santai lengkap dengan kaus berwarna hijau dan kacamata hitam sedang berada di lapangan golf bersama beberapa rekannya. Narasi yang menyertai unggahan itu menyebutkan bahwa kegiatan tersebut berlangsung saat penanganan bencana sedang dilakukan oleh pemerintah pusat, termasuk oleh Presiden Republik Indonesia.

Video ini kemudian menjadi perbincangan di jagat maya, dengan banyak warganet yang mengaitkan kegiatan permainan golf tersebut dengan ketidakhadiran pejabat dalam merespons keadaan darurat di lapangan. Sorotan publik semakin tajam ketika ditunjukkan adanya perbedaan antara aktivitas santai tersebut dengan kerja keras tim penanggulangan bencana di daerah yang terdampak.

Menanggapi kehebohan tersebut, Dadan Hindayana membenarkan bahwa sosok dalam video itu adalah dirinya, namun menegaskan bahwa konteks kegiatannya bukan sekadar bermain golf tanpa tujuan. Menurut penuturan Dadan, ia menghadiri sebuah acara charity golf yang diselenggarakan oleh Persatuan Golf Alumni Institut Pertanian Bogor (PGA IPB) pada Minggu, 14 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diikuti oleh para alumni sebagai sarana silaturahmi sekaligus penggalangan dana sosial.

Dalam klarifikasinya, Dadan menjelaskan bahwa tujuan utama acara golf tersebut adalah untuk mengumpulkan donasi yang akan disalurkan sebagai bantuan untuk korban bencana di Sumatera sekaligus untuk program beasiswa pendidikan. Ia mengaku hadir dalam kegiatan itu sebagai Ketua Dewan Pembina PGA IPB untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekannya yang menjadi penyelenggara.

“Saya hadir untuk mendukung teman-teman alumni yang sangat peduli terhadap upaya penggalangan dana bagi korban bencana dan beasiswa,” ujar Dadan kepada sejumlah media ketika dimintai konfirmasi. Pernyataan itu menegaskan bahwa niatnya bukan untuk mengabaikan situasi bencana, melainkan untuk turut berkontribusi melalui kegiatan sosial yang terstruktur.

Meski begitu, respons publik tetap beragam. Sejumlah warganet menyatakan bahwa kegiatan seperti golf oleh pejabat publik terutama di tengah periode krisis bisa dianggap tidak sensitif, meskipun maksudnya bertujuan sosial. Sebagian lainnya menilai bahwa kegiatan sosial seperti penggalangan dana juga penting dan layak dilakukan sebagai bentuk kontribusi terhadap penanganan dampak bencana.

Persoalan ini semakin memperlihatkan bagaimana dinamika opini publik terhadap perilaku pejabat negara dan figur publik di era digital, di mana setiap aktivitas yang terekam dan viral dapat memicu pro dan kontra.

Hingga saat ini, tidak ada pernyataan lebih lanjut dari BGN atau instansi terkait lainnya terhadap insiden ini. Namun diskursus mengenai etika, tugas, dan tanggung jawab pejabat publik terhadap situasi darurat di masyarakat diperkirakan akan terus menjadi perhatian warganet dan pengamat politik dalam beberapa hari mendatang.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/