BEKASI – Gunung sampah di TPA Sumur Batu bukan lagi sekadar pemandangan, melainkan alarm bagi warga Bekasi. Di tengah upaya pemerintah memperluas zona pembuangan, muncul sebuah kesadaran penting di awal Februari 2026: metode Sanitary Landfill—sistem lubang tanam sampah yang selama ini diandalkan—ternyata memiliki batas maksimal yang kian dekat.
Para ahli lingkungan dan praktisi lapangan kini sepakat bahwa Bank Sampah bukan lagi sekadar program sampingan, melainkan “jantung” yang akan menentukan seberapa lama TPA Sumur Batu bisa bertahan.
Landfill vs Bank Sampah: Mengapa Harus Berubah?
Metode sanitary landfill memang jauh lebih baik daripada sekadar menumpuk sampah secara terbuka (open dumping). Namun, sistem ini tetap bersifat pasif; ia hanya menyediakan tempat untuk menimbun. Tanpa adanya pengurangan volume dari sumbernya (rumah tangga), lahan seluas apa pun di Bekasi akan habis tertelan sampah.
Berikut adalah alasan mengapa pergeseran strategi ke Bank Sampah menjadi harga mati:
-
Pengurangan Volume di Hulu: Sampah plastik, kertas, dan logam dipilah sebelum mencapai truk sampah.
-
Nilai Ekonomis: Mengubah persepsi warga bahwa sampah adalah “uang” yang tertunda, bukan sekadar beban.
-
Memperpanjang Usia TPA: Setiap satu kilogram sampah yang dikelola di Bank Sampah berarti satu kilogram ruang terselamatkan di Sumur Batu.
Bank Sampah: Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Bekasi
Keberhasilan Bank Sampah sangat bergantung pada literasi masyarakat. Di Bekasi, beberapa wilayah sudah mulai menerapkan sistem digitalisasi Bank Sampah, di mana warga bisa memantau saldo “tabungan sampah” mereka melalui aplikasi.
“Mengandalkan TPA Sumur Batu saja itu seperti menuang air ke gelas yang sudah penuh. Bank Sampah adalah cara kita menutup keran airnya dari rumah masing-masing,” ungkap salah satu penggiat lingkungan di Bekasi, Rabu (4/2/2026).
Pemerintah Kota Bekasi pun kini mulai mengkaji insentif bagi lingkungan RT/RW yang berhasil menjalankan Bank Sampah secara konsisten, sebagai upaya nyata menekan krisis lahan sampah yang kian menghantui.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
















