Batang Toru, Sumatera Utara — Kedatangan Gibran Rakabuming Raka ke Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan membawa angin segar bagi warga yang masih bergulat dengan dampak bencana banjir bandang dan longsor dalam beberapa hari terakhir. Kedatangan sang wakil presiden disambut antusias oleh ratusan warga yang tumpah-ruah di titik kedatangan, menunjukkan harapan dan semangat kolektif di tengah masa sulit.
Menurut laporan, Wapres Gibran tiba bersama rombongan pada pagi hari — di tengah suasana kampung yang semarak meski masih dikelilingi puing dan kerusakan akibat bencana. Deru kendaraan rombongan menyusuri jalan rusak disambut tepuk tangan dan sorak warga, keluarga korban, serta relawan setempat. Banyak dari mereka memadati jalan utama, membawa spanduk, baliho kecil, serta mengibarkan bendera kecil sebagai bentuk sambutan penuh kehangatan.
Seorang warga mengaku sejak Sabtu (30/11/2025) sudah menunggu di pinggir jalan bersama keluarga. “Kami ingin menyampaikan langsung keadaan di lapangan — atap rumah rusak, akses jalan tertutup, anak-anak tak bisa sekolah,” ujarnya. Kehadiran Gibran, menurut mereka, memberi harapan agar pemerintah pusat segera memperhatikan pemulihan infrastruktur dan bantuan kemanusiaan pascabanjir.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran tampak menyapa warga satu per satu — berjabat tangan, mendengar aspirasi langsung dari warga, serta mencanangkan bahwa kunjungannya ini bukan sekadar seremonial. Dia menyampaikan bahwa pemerintah pusat menyadari situasi genting di Batang Toru: “Kita sudah merencanakan pendataan segera terhadap kerusakan, agar bantuan dan pemulihan bisa cepat disalurkan,” ujarnya kepada warga.
Kedatangan Wapres mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, termasuk para relawan dan keluarga korban. Momen ini dianggap sebagai titik awal pemulihan — di mana masyarakat merasa tidak sendirian menghadapi bencana. Banyak di antara mereka yang berharap agar perhatian ini tidak berhenti pada kunjungan, melainkan diiringi dengan langkah nyata: rekonstruksi rumah, perbaikan jalan dan jembatan, serta penyediaan fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi yang aman.
Relawan yang sudah sejak hari pertama pascabanjir membantu evakuasi korban dan distribusi bantuan turut menguatkan harapan tersebut. Mereka menyebut bahwa semangat warga tetap tinggi — kehadiran Wapres seperti angin segar yang memantik optimisme bahwa masa sulit ini bisa dilalui bersama.
Kunjungan ini sekaligus mengingatkan bahwa bencana yang melanda Batang Toru — banjir bandang dan longsor — bukan hanya soal kerugian material, tetapi juga ujian bagi ketahanan sosial dan lingkungan. Beberapa hari sebelum kedatangan Gibran, banjir dan longsor di Batang Toru sudah menimbulkan korban jiwa, kerusakan rumah, dan pemutusan akses transportasi di sejumlah desa.
Saat ini, warga berharap agar pemerintah mendengarkan langsung keluhan mereka, mengedepankan kecepatan respons, serta membuka jalur komunikasi transparan mengenai rencana pemulihan jangka menengah dan panjang. Bagi banyak warga Batang Toru — kedatangan Gibran adalah harapan baru bahwa mereka akan pulih kembali, dan bahwa tragedi ini tidak akan terlupakan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
















