KABUPATEN BEKASI — Semangat gotong royong warga Bekasi patut diacungi jempol. Di tengah penantian perbaikan infrastruktur yang tak kunjung terealisasi, ribuan warga di sebuah perumahan di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memilih untuk mengambil inisiatif mandiri.
Sebanyak 2.669 warga (Kepala Keluarga/KK) di perumahan tersebut secara kompak mengumpulkan dana pribadi atau patungan (swadaya) untuk memperbaiki akses jalan utama lingkungan mereka yang rusak parah.
Aksi solidaritas ini dilakukan karena kondisi jalan yang sudah sangat memprihatinkan, berlubang, dan membahayakan keselamatan pengendara, namun perbaikan dari pemerintah daerah dinilai lamban atau belum menyentuh wilayah tersebut.
Kumpulkan Dana Hingga Ratusan Juta
Berdasarkan informasi yang dihimpun, inisiatif ini bermula dari keresahan warga yang setiap hari harus melintasi jalan “neraka” tersebut. Rapat warga pun digelar, dan hasilnya mengejutkan: ribuan warga sepakat untuk menyisihkan uang belanja mereka demi kenyamanan bersama.
Tidak tanggung-tanggung, dana yang terkumpul dari hasil “kencringan” ribuan warga ini digunakan untuk membeli material beton berkualitas (cor) dan menyewa alat berat.
“Ini murni inisiatif warga. Kita kalau nunggu pengajuan (Musrenbang) mungkin realisasinya lama. Sementara jalan sudah hancur dan banyak yang jatuh. Jadi warga sepakat, ayo kita kerjakan sendiri,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Gotong Royong Perbaiki Kualitas Hidup
Proses pengecoran jalan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tenaga profesional dan diawasi langsung oleh warga. Pemandangan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial di wilayah Tambun masih sangat tinggi.
Jalan yang tadinya penuh lubang dan genangan air saat hujan, kini telah berubah menjadi jalan beton yang mulus dan kokoh. Akses mobilitas warga untuk bekerja dan bersekolah pun kini menjadi lancar tanpa hambatan.
Sentilan Halus untuk Pemerintah Daerah
Aksi heroik warga Tambun ini, di satu sisi, merupakan kabar gembira tentang kemandirian masyarakat. Namun di sisi lain, hal ini menjadi “sentilan halus” bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.
Fenomena warga membangun infrastruktur publik dengan uang pribadi menandakan adanya kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dengan kecepatan respon pemerintah dalam pembangunan infrastruktur.
Warga berharap, inisiatif ini diapresiasi oleh Pemkab Bekasi dengan cara memberikan perhatian lebih pada infrastruktur penunjang lainnya di wilayah tersebut, seperti drainase dan penerangan jalan umum (PJU), agar dana swadaya warga tidak sia-sia tergerus banjir.
Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi
Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media

























