087826400_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_4
Riset UI Soroti Program Makan Bergizi Gratis: Banyak Siswa SD Jakarta Tak Habiskan Makanan

Jakarta – Hasil penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia (UI) mengungkap fakta menarik terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dasar. Penelitian tersebut menemukan bahwa sebagian besar siswa SD di Jakarta tidak menghabiskan makanan yang disediakan dalam program tersebut, sehingga memunculkan potensi pemborosan makanan.

Riset ini dilakukan oleh tim dari Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Penelitian berlangsung pada periode Juni hingga September 2025 dengan metode observasi langsung, wawancara, serta pengamatan terhadap siswa, guru, pengelola sekolah, hingga pihak penyelenggara program.

Penelitian dilakukan di lima sekolah dasar yang tersebar di wilayah Jakarta Timur, Barat, Utara, Selatan, dan Pusat. Tim peneliti mengamati langsung proses pembagian serta konsumsi makanan program MBG di beberapa kelas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari satu kelas yang berisi sekitar 32 hingga 34 siswa, hanya sekitar empat hingga lima siswa yang mampu menghabiskan makanan yang diberikan tanpa menyisakan.

Ketua tim peneliti, Dian Sulistiawati, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai implementasi program MBG di tingkat sekolah. Temuan tersebut menunjukkan adanya potensi food waste atau pemborosan makanan dalam program yang sebenarnya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah.

Beberapa faktor diduga menjadi penyebab siswa tidak menghabiskan makanan tersebut. Berdasarkan wawancara dengan siswa, alasan yang paling sering muncul adalah karena sudah merasa kenyang atau belum merasa lapar saat makanan dibagikan. Selain itu, sebagian siswa juga mengaku tidak menyukai menu yang disajikan.

Tim peneliti bahkan sempat mencicipi langsung menu yang diberikan kepada siswa. Dari hasil pengamatan tersebut, beberapa makanan dinilai memiliki rasa yang cenderung hambar sehingga kurang menarik bagi anak-anak. Kondisi ini dianggap memengaruhi minat siswa untuk menghabiskan makanan yang telah disediakan.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program besar pemerintah yang mulai dijalankan secara nasional pada 2025. Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi pelajar, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya guna meningkatkan kualitas gizi serta mendukung perkembangan sumber daya manusia di Indonesia.

Meski demikian, temuan penelitian UI menunjukkan bahwa implementasi program di lapangan masih memerlukan evaluasi lebih lanjut. Beberapa pihak menilai perlu adanya perbaikan dalam variasi menu, kualitas rasa, serta edukasi gizi kepada siswa agar makanan yang disediakan benar-benar dikonsumsi dengan baik.

Sejumlah anggota DPR juga mendorong pemerintah dan Badan Gizi Nasional untuk mengevaluasi mekanisme distribusi serta penyusunan menu makanan dalam program MBG. Variasi menu dianggap penting agar siswa tidak merasa bosan dan tetap tertarik mengonsumsi makanan yang diberikan di sekolah.

Para peneliti juga merekomendasikan agar program MBG tidak hanya fokus pada penyediaan makanan, tetapi juga dibarengi dengan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak. Dengan demikian, siswa tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga memahami manfaatnya bagi kesehatan dan proses belajar.

Dengan evaluasi yang tepat, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tetap dapat mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/