Jakarta – Produsen semikonduktor asal China ChangXin Memory Technologies (CXMT) sedang menjadi sorotan dunia teknologi setelah meluncurkan strategi harga agresif dengan menawarkan modul memori RAM DDR4 ECC 32GB di kisaran US$138 atau sekitar setengah harga pasar global saat ini. Langkah ini dipandang sebagai salah satu momen paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir di pasar memori konsumen dan server.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga komponen memori seperti DRAM dan NAND flash mengalami kenaikan tajam di seluruh dunia, terutama dipicu oleh permintaan tinggi dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data yang menyita sebagian besar kapasitas produksi oleh para pemain besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron. Akibatnya, pasokan modul RAM untuk pasar konsumen dan PC menjadi semakin ketat, yang berkontribusi terhadap lonjakan harga di banyak wilayah.
Namun di tengah krisis ini, CXMT justru mengambil peluang dengan menawarkan produk memori yang tidak hanya kompatibel dengan standar industri, tetapi juga ditawarkan dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata pasar global, yang pada umumnya berada di kisaran US$300–$400 untuk modul sejenis. Strategi ini tidak hanya menarik perhatian konsumen, tetapi juga membuka peluang baru bagi industri PC dan server di seluruh dunia untuk menekan biaya komponen.
Harga rendah yang ditawarkan oleh CXMT — hampir 50% lebih murah daripada harga pasar — muncul justru ketika produsen memori besar terus mengalihkan fokus mereka kepada produk berperforma tinggi, seperti high-bandwidth memory (HBM) untuk aplikasi AI dan komputasi berat, sehingga kapasitas produksi memori konvensional turun.
Dalam konteks ini, sejumlah produsen PC besar di dunia juga dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi sourcing dari pemasok China seperti CXMT untuk memenuhi kebutuhan DRAM mereka, meskipun langkah ini masih dalam tahap evaluasi dan pengujian kualitas produk. Hal ini terjadi karena tantangan pasokan global mendorong perusahaan untuk mencari alternatif yang lebih ekonomis dan stabil.
Para analis industri mengatakan bahwa strategi harga seperti ini memberi tekanan besar pada dominasi tiga raksasa DRAM global, yaitu Samsung, SK Hynix, dan Micron, terutama di segmen memori standar yang digunakan di PC dan server umum. Jika tren harga rendah ini berlanjut, hal tersebut berpotensi mengubah dinamika kompetisi di pasar semikonduktor dalam jangka panjang.
Meski demikian, harga rendah ini juga memunculkan sejumlah diskusi tentang kualitas dan dukungan teknis jangka panjang, terutama dalam aplikasi kritis seperti server enterprise. Namun, dengan dukungan teknologi dan investasi besar dari pemerintah China terhadap industri chip domestik, kapasitas dan kemampuan manufaktur di sektor ini terus berkembang.
Pakar industri memproyeksikan bahwa langkah CXMT bisa jadi menjadi pemicu bagi perubahan lebih luas di pasar memori global, termasuk potensi penurunan harga secara keseluruhan dan peningkatan persaingan di segmen yang selama ini didominasi oleh pemain papan atas. Hal ini tentu menarik untuk terus diikuti, terutama bagi konsumen dan pelaku industri teknologi yang bergantung pada pasokan memori yang berkualitas dan terjangkau.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/





















