KABUPATEN BEKASI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bergerak cepat merespons kondisi darurat di wilayah pesisir utara yang lumpuh akibat terjangan banjir rob.
Setelah dilaporkan terendam selama lima hari berturut-turut, ribuan warga di Kecamatan Muaragembong akhirnya menerima penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar dari pemerintah daerah.
Bantuan tersebut dikirimkan langsung melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi sebagai upaya tanggap darurat untuk meringankan beban warga yang terisolir air pasang.
Pasok Kebutuhan Pangan Mendesak
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi (atau pejabat terkait yang mewakili) menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan ketahanan pangan warga. Pasalnya, akses jalan yang terputus membuat warga kesulitan berbelanja kebutuhan sehari-hari, sementara warung-warung banyak yang tutup.
Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako lengkap, terdiri dari:
-
Beras
-
Mie instan
-
Minyak goreng
-
Air mineral kemasan
-
Makanan siap saji
“Kita pastikan dapur warga tetap ngebul. Bantuan ini kita distribusikan langsung ke titik-titik posko desa dan diantar menggunakan perahu ke rumah-rumah warga yang aksesnya sulit,” ujar perwakilan Pemkab Bekasi.

Layanan Kesehatan Jemput Bola
Selain logistik pangan, Pemkab Bekasi melalui Dinas Kesehatan juga menerjunkan tim medis untuk melakukan layanan kesehatan “jemput bola”.
Petugas kesehatan menyusuri lokasi banjir untuk memeriksa kondisi warga, terutama lansia dan balita, yang rentan terserang penyakit kulit (gatal-gatal), diare, dan ISPA akibat lingkungan yang lembap dan sanitasi yang buruk.
“Obat-obatan dan vitamin juga kita bagikan. Kita ingin pastikan tidak ada wabah penyakit pascabanjir rob ini,” tambahnya.
Upaya Penanganan Jangka Panjang
Pemerintah Kabupaten Bekasi menyadari bahwa bantuan logistik hanyalah solusi jangka pendek. Terkait masalah banjir rob yang terus berulang, Pemkab Bekasi terus berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dan pemerintah pusat untuk penanganan infrastruktur jangka panjang.
Perbaikan tanggul-tanggul kritis dan rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Muaragembong menjadi agenda prioritas yang akan terus didorong agar warga tidak terus-menerus dihantui air pasang.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























