Jakarta – Real Madrid kembali menjadi sorotan dunia sepak bola Eropa bukan hanya karena performa di lapangan, tetapi juga fenomena unik di luar stadion. Klub raksasa Spanyol ini secara mengejutkan mengembalikan atau memulangkan sekitar 1.500 tiket pertandingan babak play-off Liga Champions kontra SL Benfica pada leg pertama, yang berlangsung di Santiago Bernabéu akhir bulan ini. Kondisi ini mencerminkan minimnya antusiasme suporter terhadap laga tersebut — sesuatu yang sangat jarang terjadi bagi klub sebesar Real Madrid.
Permintaan tiket yang rendah ini datang di tengah tekanan besar yang dialami Los Blancos di kompetisi Eropa musim ini. Real Madrid gagal mengamankan posisi finis delapan besar fase grup Liga Champions setelah kalah telak dari Benfica dengan skor 2-4 di Estadio da Luz, Lisbon. Kekalahan tersebut membuat mereka harus menjalani babak play-off untuk memperebutkan tiket 16 besar.
Akibat antusiasme yang rendah dari publik Madrid, pihak klub mengambil keputusan untuk mengembalikan 1.500 tiket yang awalnya dijual kepada suporter, karena sisa kursi masih tersedia menjelang pertandingan yang rencananya diadakan pada tanggal 25 Februari 2026. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar dunia sepak bola, terutama mengingat Real Madrid selalu menjadi magnet besar bagi fans di seluruh dunia.
Kenapa Antusiasme Suporter Menurun?
Fenomena rendahnya minat suporter terhadap pertandingan ini dapat dilihat dari beberapa sisi. Satu faktor penting adalah performa tim yang tidak konsisten di Liga Champions. Setelah rancangan awal untuk langsung lolos ke 16 besar gagal, Real Madrid harus menjalani laga penentuan melalui play-off, yang seringkali dipandang sebagai “jalur panjang” dan kurang menarik dibandingkan fase grup biasa.
Selain itu, hasil buruk melawan Benfica juga mempengaruhi kepercayaan fans terhadap peluang Madrid di kompetisi ini. Dalam laga di Lisbon, skuad yang diasuh pelatih interim Alvaro Arbeloa sempat memimpin, namun akhirnya ditumbangkan dengan skor 4-2. Kehilangan posisi langsung ke babak 16 besar tentu membuat perjalanan tim semakin berat dan berisiko menurunkan minat publik.
Faktor Ekonomi dan Harga Tiket
Faktor harga tiket juga bisa menjadi salah satu penyebab permintaan rendah. Menurut riset pasar tiket secara online, harga tiket untuk pertandingan Real Madrid vs Benfica bervariasi cukup tinggi — di beberapa platform resale bahkan masih tersedia beberapa kursi dengan harga puluhan hingga ratusan euro. Dalam situasi ekonomi yang menantang, tidak semua fans mampu atau bersedia membayar tiket yang relatif mahal untuk pertandingan yang dianggap kurang menarik.
Tanggapan Klub dan Fans
Beberapa pengamat sepak bola menilai bahwa mengembalikan tiket bisa jadi strategi klub untuk mengatur tekanan di stadion. Ketimbang stadion setengah kosong, pulangnya tiket dalam jumlah besar bisa memberi kesempatan bagi klub untuk menganalisis kembali strategi pemasaran dan penjualan tiket di masa depan. Namun demikian, fenomena ini tetap menjadi perbincangan hangat di antara komunitas fans sepak bola Eropa.
Para pendukung setia Real Madrid di luar Spanyol bahkan mengungkapkan keprihatinan mereka di forum sepak bola online, menyebut bahwa kesulitan mendapatkan tiket lewat jalur resmi seringkali menjadi kendala — baik itu lantaran mekanisme penjualan yang rumit maupun harga yang tinggi.
Mengembalikan 1.500 tiket untuk laga melawan Benfica menjadi kejadian langka di sepak bola modern, apalagi untuk klub besar seperti Real Madrid. Langkah ini menunjukkan betapa dinamika fans dan performa tim di liga kontinental dapat saling mempengaruhi. Menjelang pertandingan play-off mendatang, Madrid tentu berharap tidak hanya bangkit di lapangan, tetapi juga bisa kembali menghadirkan atmosfer penuh di Santiago Bernabéu. Perubahan strategi penjualan dan pendekatan promosi tiket kemungkinan akan menjadi fokus klub dalam beberapa pekan mendatang.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/





















