Bandung – Dunia publik figur Indonesia kembali dikejutkan oleh kabar perceraian yang datang dari salah satu pasangan paling dikenal di ranah politik dan sosial: Atalia Praratya menggugat cerai Ridwan Kamil setelah 29 tahun membina rumah tangga. Gugatan cerai ini telah resmi terdaftar di Pengadilan Agama (PA) Bandung dan menjadi topik hangat di tengah masyarakat luas.
Atalia Praratya, yang juga dikenal luas sebagai politikus dari Fraksi Partai Golkar dan anggota DPR RI, mengambil langkah hukum ini melalui kuasa hukumnya. Informasi dari pihak Pengadilan Agama Bandung menyatakan perkara sudah masuk dan sidang perdana dijadwalkan digelar pada Rabu, 17 Desember 2025. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan lebih rinci terkait alasan di balik gugatan tersebut dari pihak Atalia maupun Ridwan Kamil.
Pasangan yang kerap dipandang sebagai salah satu ikon rumah tangga harmonis ini menikah pada 7 Desember 1996 setelah menjalin hubungan sejak 1994. Dalam lebih dari dua dekade bersama, mereka dikaruniai dua anak kandung: Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) dan Camillia Laetitia Azzahra (Zara). Eril sempat mengalami tragedi duka beberapa tahun lalu yang menyentak publik Indonesia.
Selama bertahun-tahun, Ridwan Kamil—yang dikenal publik sebagai mantan Gubernur Jawa Barat dan aktivis arsitektur serta politik—sering memamerkan momen kebersamaan dengan Atalia di media sosial. Unggahan mereka selalu dipenuhi pujian warganet, yang tak jarang menyebut pasangan ini sebagai teladan hubungan ideal di tengah sorotan media.
Namun publik menjadi terkejut ketika pada momen ulang tahun pernikahan mereka yang ke-29, yang biasanya dirayakan hangat oleh keduanya, tidak ada tanda perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Justru, di waktu itulah gugatan cerai tiba-tiba muncul ke permukaan dan dikonfirmasi oleh pihak pengadilan.
Publik dan netizen ramai memberikan dukungan kepada Atalia melalui unggahan media sosial terbaru sang politikus. Banyak warganet mendoakan kekuatan dan keteguhan hati untuk langkah besar ini, yang dipandang sebagai keputusan pribadi yang berat namun tegas.
Belum jelas apakah faktor internal rumah tangga, perbedaan pandangan hidup atau dinamika lainnya menjadi latar di balik gugatan cerai ini, karena hingga berita ini ditulis kedua belah pihak memilih untuk menjaga privasi dan menyerahkan penyelesaian secara hukum.
Sementara itu, pengamat sosial mencatat bahwa perceraian di kalangan figur publik sering memicu diskusi lebih luas tentang dinamika modern dalam hubungan rumah tangga. Di tengah tekanan publik dan media, keputusan seorang individu untuk mengakhiri pernikahan sering mendapat tanggapan beragam, baik yang mendukung maupun yang mempertanyakan alasan di balik langkah tersebut.
Sidang pertama proses perceraian ini diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam kisah panjang hubungan mereka yang disaksikan oleh media dan publik selama hampir tiga dekade.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























