Ilustrasi-MBG-4077589895
Putus Sekolah Akibat Ekonomi, Anak-Anak di Kabupaten Bekasi Jadi Prioritas Program Gizi Nasional

KABUPATEN BEKASI – Persoalan anak putus sekolah akibat himpitan ekonomi menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah di awal tahun 2026 ini. Sebagai langkah nyata untuk memastikan kelompok rentan ini tidak tertinggal, pemerintah menetapkan anak-anak yang putus sekolah di wilayah Kabupaten Bekasi sebagai salah satu sasaran prioritas Program Gizi Nasional.

Langkah ini diambil untuk memutus rantai dampak kemiskinan yang tidak hanya mengganggu akses pendidikan, tetapi juga mengancam kualitas kesehatan dan nutrisi generasi muda.

Menjamin Nutrisi di Luar Lingkungan Sekolah

Jika sebelumnya program makan bergizi banyak difokuskan pada siswa aktif di sekolah, kebijakan terbaru di Kabupaten Bekasi ini memastikan bahwa anak-anak yang sudah tidak lagi bersekolah tetap mendapatkan hak nutrisi yang sama. Hal ini krusial karena anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki risiko lebih tinggi mengalami malnutrisi atau stunting.

Data menunjukkan bahwa banyak anak di beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi terpaksa berhenti sekolah untuk membantu ekonomi keluarga. Melalui program ini, pemerintah hadir untuk memastikan asupan protein dan vitamin mereka tetap terjaga melalui pendistribusian paket gizi secara langsung ke rumah-rumah atau melalui posko desa.

Target Sasaran dan Mekanisme Penyaluran

Pemerintah Kabupaten Bekasi akan bekerja sama dengan jajaran RT/RW dan perangkat desa untuk memvalidasi data anak putus sekolah. Beberapa fokus penanganan meliputi:

  • Pendataan Akurat: Menyisir wilayah pemukiman padat dan kantong kemiskinan untuk menjaring anak-anak yang belum terdaftar di sistem pendidikan formal.

  • Penyaluran Paket Nutrisi: Memberikan bantuan bahan pangan bergizi seperti susu, telur, dan daging secara berkala.

  • Pendampingan Kesehatan: Melibatkan kader kesehatan desa untuk memantau perkembangan fisik anak-anak tersebut secara rutin.

Jembatan Kembali ke Bangku Pendidikan

Selain pemenuhan gizi, program ini juga diproyeksikan sebagai pintu masuk untuk membujuk anak-anak tersebut kembali bersekolah. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar pangan, diharapkan beban ekonomi keluarga berkurang, sehingga anak-anak di Kabupaten Bekasi memiliki kesempatan untuk kembali mengejar cita-citanya melalui jalur formal maupun non-formal (Paket A/B/C).

“Gizi adalah modal utama. Anak yang sehat secara fisik akan memiliki daya pikir yang lebih baik. Kami ingin mereka yang putus sekolah tetap sehat dan memiliki semangat untuk belajar kembali,” ungkap perwakilan otoritas terkait di Kabupaten Bekasi, Senin (19/1/2026).

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/