OIP (58)
Purbaya Siapkan ‘Shock Therapy’ Pajak & Bea Cukai: Ancaman Ganti Fungsi ke Perusahaan Swiss

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali membuat pernyataan tegas yang mengejutkan publik dan kalangan birokrasi terkait arah reformasi besar-besaran di tubuh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Purbaya memberi ancaman serius kepada kedua institusi tersebut bila kinerja mereka terus menurun dan gagal meningkatkan penerimaan negara pada tahun ini.

Dalam sebuah acara di Jakarta, Purbaya menyatakan bahwa jika target penerimaan pajak dan bea cukai tidak dapat dicapai, pemerintah tidak segan-segan melakukan perubahan radikal, termasuk mengambil opsi alternatif mengalihkan fungsi DJBC kepada perusahaan inspeksi global asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS) — langkah yang pernah terjadi pada era Orde Baru.

Siapa SGS dan Konteks Historisnya

Société Générale de Surveillance (SGS) adalah perusahaan multinasional berbasis di Swiss yang bergerak dalam inspeksi, verifikasi, pengujian, dan sertifikasi. Pada era 1980–1990-an, fungsi Bea Cukai Indonesia pernah dialihkan kepada pihak Swasta ini karena berbagai masalah operasional dan integritas di DJBC. Ancaman Purbaya untuk mengembalikan peran SGS menciptakan kekhawatiran sekaligus perhatian tajam di berbagai pihak terhadap masa depan institusi kepabeanan nasional.

Purbaya menegaskan bahwa ancaman tersebut bukan sekadar retorika, melainkan wujud dari tekad pemerintah untuk memperbaiki sistem penerimaan negara yang selama ini jadi tulang punggung fiskal negara. Dia meminta jajaran pegawai DJP dan DJBC untuk menyikapi pernyataannya itu sebagai “kejutan” dalam rangka mendorong perubahan budaya kerja agar lebih produktif dan transparan.

Mengapa Penerimaan Negara Menjadi Isu Prioritas

Selain ancaman terhadap DJBC, Purbaya juga menyoroti tren melemahnya penerimaan negara dari sektor perpajakan. Pada 2025, penerimaan pajak mengalami kontraksi dibanding tahun sebelumnya, sementara pertumbuhan bea cukai masih sangat tipis. Hal ini membuat tax ratio Indonesia belum mencapai target yang diharapkan oleh pemerintah.

Purbaya mengakui bahwa dirinya sudah masuk pada posisi baru sejak September lalu, dan tidak lagi dapat memberi toleransi besar terhadap kinerja lembaga yang tidak sesuai dengan target. “Kalau tidak beres, saya yang disikat duluan. Tapi sebelum itu terjadi, saya sikat jajaran DJP dan DJBC,” katanya sambil menegaskan komitmennya terhadap reformasi fiskal.

Respon Publik dan Birokrasi

Pernyataan Purbaya ini memantik beragam respons. Di satu sisi, pengamat fiskal menyambut sikap tegas tersebut sebagai upaya diperlukan untuk menekan praktik yang dianggap menghambat efisiensi dan transparansi, seperti penundaan penyelesaian dokumen, potensi korupsi, atau rendahnya pengawasan terhadap praktik under-invoicing.

Namun, ancaman mengganti fungsi DJBC ke SGS juga menuai kekhawatiran dari kalangan importir dan pengusaha yang menilai bahwa perubahan semacam itu bisa berdampak signifikan terhadap logistik dan biaya perdagangan internasional. Selain itu, kembalinya peran perusahaan asing dalam fungsi pemerintahan penting seperti bea cukai menjadi catatan yang memicu debat publik mengenai kedaulatan fiskal.

Upaya Perbaikan yang Sedang Berlangsung

Di samping ancaman drastis tersebut, pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga tengah memperkenalkan berbagai reformasi teknologi untuk meningkatkan efektivitas bea cukai, termasuk penggunaan sistem AI di pelabuhan utama dan modernisasi sistem perpajakan digital. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses administrasi dan mengurangi ruang bagi praktik manipulasi data pajak atau cukai, sehingga modernisasi bukan hanya soal ancaman, tetapi juga transformasi.

Ancaman Purbaya terhadap DJP dan DJBC mencerminkan tekanan yang semakin besar terhadap lembaga fiskal dalam upaya meningkatkan penerimaan dan menata ulang birokrasi yang dinilai stagnan. Pemerintah memberi sinyal kuat bahwa perubahan besar siap diterapkan, meskipun langkah itu mengundang pro dan kontra di tengah publik dan dunia usaha.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/