presiden-hadiri-bussines-summit-di-as-1771469999002_169
Prabowo Tegaskan Hubungan RI-AS Tetap Erat, Sambil Pertahankan Politik Bebas Aktif Non-blok

Washington DC — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa hubungan antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat (AS) adalah hubungan persahabatan yang erat dan strategis, meskipun secara politik Indonesia konsisten menganut prinsip bebas aktif dan non-blok. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungannya ke Washington, DC, Amerika Serikat, yang menjadi bagian dari agenda diplomasi dan kerja sama ekonomi bilateral kedua negara.

Dalam pidato yang disampaikan di hadapan komunitas bisnis dan delegasi pemerintah Amerika Serikat, Prabowo menyampaikan bahwa hubungan RI-AS memiliki akar sejarah panjang, termasuk kontribusi AS terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia pada masa lalu. Ia mengatakan hubungan kerja sama kedua negara bukan semata soal keuntungan sesaat, tetapi telah berkembang selama puluhan dekade dan menyentuh berbagai aspek, mulai dari politik hingga ekonomi.

“Saya ingin menegaskan, tidak ada keraguan bahwa Indonesia adalah teman sejati Amerika Serikat. Ini bukan istilah kosong — hubungan kita telah melewati berbagai fase sejarah dan terbukti saling menguntungkan,” ujar Prabowo saat menghadiri acara Business Summit yang dihadiri pelaku usaha Indonesia dan AS.

Meskipun demikian, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif dan non-blok, yang berarti tidak berpihak kepada blok kekuatan tertentu atau terikat dalam pakta militer antar negara adikuasa. Hal ini ditegaskan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bersikap terbuka kepada semua negara dan siap mengedepankan peran sebagai honest broker dalam dinamika geopolitik global.

Prabowo juga menyinggung pentingnya kerja sama ekonomi yang kuat antara Indonesia dan AS, termasuk dalam bidang investasi dan perdagangan. Ia menjelaskan bahwa Indonesia menawarkan iklim investasi yang stabil dan kondusif, dengan komitmen kuat terhadap penegakan hukum, transparansi, dan pemberantasan korupsi. Pernyataan tersebut disampaikan saat bertemu dengan anggota U.S. Chamber of Commerce dan sejumlah organisasi bisnis AS di kota tersebut.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke ibukota AS tersebut, Prabowo menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) senilai sekitar 38,4 miliar dolar AS yang mencakup berbagai sektor seperti energi, pertambangan, teknologi, agribisnis, dan manufaktur. Kesepakatan ini menunjukkan kesiapan kedua negara untuk memperdalam kerja sama ekonomi jangka panjang yang saling menguntungkan.

Tidak hanya itu, agenda Presiden Prabowo juga meliputi pertemuan strategis dengan pejabat tinggi AS dan keterlibatan Indonesia dalam forum multilateral seperti Board of Peace yang berkaitan dengan upaya perdamaian global. Langkah tersebut dinilai bagian dari diplomasi aktif Indonesia yang mencoba menjembatani berbagai kepentingan kekuatan dunia tanpa mengorbankan prinsip non-bloknya.

Ke depan, langkah diplomasi ini dinilai penting di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks serta tekanan global terhadap isu keamanan, perdagangan, dan stabilitas ekonomi. Indonesia berupaya menjaga hubungan baik dengan semua mitra global, namun tetap bertahan pada identitas geopolitik bebas aktif yang diusung sejak era pendiri bangsa.

Dalam pidatonya, Prabowo menutup dengan menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi sekadar sahabat, tetapi juga mitra sejati dalam menjawab tantangan global bersama, sambil tetap menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/