699ec3f63b6a4
Petugas Damkar Depok Diintimidasi Usai Buat Video Edukasi Helm, Pelaku Sebut Alamat Rumah & Nama Orang Tua

Depok – Seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Kota Depok, Jawa Barat, mengaku menerima teror dan intimidasi melalui pesan WhatsApp setelah membuat konten edukasi tentang fungsi helm sebagai alat pelindung diri yang viral di media sosial.

Peristiwa ini bermula ketika Khairul Umam, seorang anggota Damkar dan komika yang aktif di platform digital, membagikan video melalui akun Instagram pribadinya (@xkhairulumam) pada Minggu, 22 Februari 2026. Dalam video berdurasi pendek tersebut, ia menjelaskan secara sederhana bahwa helm dirancang untuk melindungi kepala, bukan untuk melukai kepala.

Menurut pengakuannya, konten tersebut semula dibuat dengan niat murni sebagai edukasi keselamatan penggunaan alat pelindung diri (APD), terutama di tengah perbincangan publik terkait kasus kekerasan yang tengah ramai diperbincangkan beberapa waktu belakangan.

Namun, unggahan yang menekankan fungsi utama helm itu justru menuai respon negatif dari beberapa pihak, yang kemudian menjadi awal terjadinya ancaman dan teror digital terhadap dirinya.

Pesan Teror Masuk ke WhatsApp Pribadi

Khairul mengungkapkan bahwa sekitar tiga hari setelah konten tersebut diunggah, ia mulai menerima pesan mencurigakan melalui WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Awalnya pengirim mengaku sebagai penggemar sekaligus memuji kontennya, tetapi kemudian berubah menjadi ancaman yang membuatnya merasa terintimidasi.

Dalam pesan yang diterimanya, pelaku bahkan menyebut dua alamat rumah Khairul serta nama orang tuanya, sebuah tindakan yang membuatnya khawatir terutama karena informasi tersebut disebarkan oleh pihak yang tidak ia kenal. “Ada yang sampai mengirim 2 alamat rumah saya dan menyebut nama umi dan bapak saya,” ungkap Khairul dalam curhatannya di media sosial.

Potongan pesan yang dibagikan oleh Khairul bahkan memuat kalimat bernada ancaman sambil menyarankan penggunaan helm secara berulang, sebuah tanda bahwa pelaku mungkin mencoba mempermainkan atau menakut-nakuti Khairul dengan informasi pribadi tersebut.

Reaksi dan Kekhawatiran Petugas Damkar

Khairul menegaskan bahwa konten edukatif itu bukan ditujukan untuk menyerang institusi atau individu tertentu. Ia menyatakan bahwa video tersebut hanya dibuat untuk memberikan kesadaran soal keselamatan berkendara dan penggunaan APD kepada publik.

“Saya hanya ingin mengedukasi bagaimana fungsi helm itu seharusnya digunakan,” ujarnya, sambil menyatakan bahwa narasi dalam kontennya sama sekali tidak menyebut institusi atau oknum tertentu.

Meski niatnya tulus, Khairul mengatakan bahwa ia tidak bisa mengontrol bagaimana masyarakat menafsirkan konten di luar konteks yang ia maksudkan. “Saya hanya bisa mengontrol apa yang saya buat, tapi respons orang lain di luar kendali saya,” tambahnya.

Respons Publik dan Kekhawatiran Media Sosial

Kasus ini menarik perhatian publik luas dan memicu diskusi di media sosial mengenai fenomena doxing dan intimidasi terhadap pembuat konten edukatif. Banyak netizen yang mengecam tindakan pelaku dan menyuarakan dukungan bagi Khairul yang dianggap menjadi korban kesalahpahaman.

Sementara itu, pihak berwajib belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan atau tindakan hukum atas kasus ini. Hingga kini, fokus utama perhatian tetap pada bagaimana masyarakat dan aparat menangani ancaman digital yang mengancam keselamatan pribadi seseorang hanya karena konten edukatif sederhana.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/