BEKASI – Sektor energi di wilayah Bekasi tengah mengalami transisi penting menyusul langkah Pertamina EP yang mulai mengelola secara mandiri Sumur Gas Jatinegara. Kebijakan ini membawa implikasi signifikan terhadap peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sebelumnya terlibat dalam rantai pengelolaan atau kerja sama di lapangan gas tersebut.
Perubahan pola kerja sama ini memicu diskusi hangat mengenai bagaimana strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor minyak dan gas bumi.
Transisi Pengelolaan dan Dampaknya bagi Daerah
Sumur Gas Jatinegara yang berlokasi di wilayah Bekasi merupakan salah satu aset strategis nasional. Dengan beralihnya pengelolaan sepenuhnya ke tangan Pertamina EP, keterlibatan entitas lokal melalui BUMD kini menghadapi tantangan baru dalam hal pembagian peran dan skema bagi hasil.
Beberapa poin yang menjadi sorotan utama bagi pihak BUMD di Bekasi meliputi:
-
Penyesuaian Unit Bisnis: BUMD terkait perlu melakukan reorientasi strategi bisnis agar tetap relevan dalam ekosistem migas nasional yang kini lebih terkonsolidasi.
-
Potensi Pendapatan: Adanya potensi penurunan atau perubahan skema Participating Interest (PI) yang selama ini menjadi salah satu pilar pendapatan daerah.
-
Keberlanjutan Kerja Sama: Upaya negosiasi ulang agar tenaga kerja lokal dan vendor-vendor di Bekasi tetap bisa terserap dalam operasional mandiri Pertamina EP.

Langkah Strategis BUMD Bekasi ke Depan
Menanggapi situasi ini, otoritas terkait di Bekasi mendorong BUMD untuk tidak hanya bergantung pada satu sektor hulu. Diversifikasi usaha ke sektor hilir atau pengembangan energi terbarukan mulai dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat struktur finansial perusahaan daerah.
Pemerintah daerah berharap Pertamina EP tetap menjaga hubungan kemitraan yang harmonis dengan entitas lokal di Bekasi, terutama dalam hal tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar area Sumur Gas Jatinegara.
Optimisme Terhadap Ketahanan Energi Nasional
Meski terdapat pergeseran dalam peran operasional BUMD, langkah Pertamina EP ini dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi produksi gas nasional. Bagi Bekasi, keberhasilan pengelolaan sumur ini tetap akan memberikan dampak positif secara makro melalui dana bagi hasil migas dari pemerintah pusat.
Kini, tantangan bagi BUMD di Bekasi adalah bagaimana membuktikan profesionalisme dan daya saing mereka agar tetap menjadi mitra strategis yang tak terpisahkan dalam proyek-proyek energi besar di masa mendatang.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
















