WhatsApp Image 2026-03-02 at 11.40.58
Peringatan Dini BMKG: Jabodetabek Siaga Cuaca Ekstrem Hari Ini, Waspada Angin Kencang!

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi Cuaca Ekstrem Jabodetabek Maret 2026 yang diprediksi akan melanda wilayah ibu kota dan sekitarnya pada hari ini, Senin (2/3/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Kondisi atmosfer yang labil memicu pertumbuhan awan konvektif (Cumulonimbus) secara masif di beberapa titik, terutama menjelang siang hingga malam hari.

Berdasarkan data pantauan radar cuaca terbaru, BMKG memetakan beberapa wilayah yang masuk dalam zona siaga hujan intensitas sedang hingga lebat. Berikut rinciannya:

Jakarta Selatan & Jakarta Timur: Potensi hujan petir mulai pukul 13.00 WIB hingga sore hari.

Bogor (Kota & Kabupaten): Hujan lebat disertai angin kencang, terutama di wilayah Puncak dan sekitarnya.

Depok & Bekasi: Guyuran hujan diprediksi merata dengan potensi genangan air di titik-titik rawan banjir.

Tangerang Raya: Waspadai angin kencang yang dapat merobohkan papan reklame atau pohon tua di jalan protokol.

Pihak BMKG juga menyoroti bahaya angin kencang yang sering kali datang tiba-tiba sebelum hujan turun. Fenomena downburst ini berisiko tinggi bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

“Kami mengimbau warga agar menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan yang strukturnya kurang kokoh saat terjadi angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Bagi pengendara mobil, disarankan untuk menjaga jarak aman karena jarak pandang (visibility) dapat menurun drastis saat hujan lebat mengguyur. Selain itu, pastikan kondisi wiper dan lampu kendaraan berfungsi dengan optimal.

Mengingat intensitas hujan yang diprediksi cukup tinggi dalam waktu singkat, pemerintah daerah di wilayah Jabodetabek diminta menyiagakan pompa-pompa air di area cekungan. Warga yang tinggal di bantaran sungai juga diharapkan memantau perkembangan tinggi muka air (TMA) melalui kanal resmi BPBD masing-masing daerah.

“Cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktivitas Monsun Asia yang masih cukup kuat, ditambah dengan adanya pola pertemuan angin di wilayah Jawa bagian barat,” tambah prakirawan BMKG.

Masyarakat dapat terus memantau pembaruan informasi cuaca setiap tiga jam sekali melalui aplikasi resmi BMKG atau situs web resmi untuk memastikan rencana perjalanan tetap aman terkendali.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/