sebanyak-5000-aparat-gabungan-dikerahkan-untuk-mengamankan-wilayah-kabupaten-bogor-jawa-barat-dalam-rangka-operasi-ketupat-202-1773287717924_169
Pengamanan Mudik Lebaran Diperketat, 5.000 Personel Gabungan Siap Jaga Kabupaten Bogor

Jakarta – Pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Bogor dipastikan akan berlangsung lebih ketat. Aparat kepolisian bersama sejumlah instansi terkait menyiapkan ribuan personel gabungan untuk menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat selama periode libur Idulfitri.

Sebanyak lebih dari 5.000 personel gabungan diterjunkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga berbagai instansi terkait yang bekerja sama untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama musim mudik Lebaran.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa personel yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur. Dari kepolisian sendiri, Polres Bogor menurunkan sekitar 1.099 personel, sementara lebih dari 4.000 personel lainnya berasal dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Subdenpom, serta elemen masyarakat yang ikut membantu pengamanan wilayah.

Operasi Ketupat 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, bertepatan dengan periode puncak arus mudik dan arus balik Idulfitri. Operasi ini merupakan agenda tahunan yang digelar oleh kepolisian bersama berbagai instansi untuk menjaga keamanan serta mengatur kelancaran lalu lintas selama musim mudik.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, pihak kepolisian juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan di berbagai titik strategis. Di Kabupaten Bogor, setidaknya terdapat 14 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah guna memantau pergerakan masyarakat dan kendaraan selama periode mudik.

Selain pos pengamanan, aparat juga menyiapkan pos pelayanan yang berada di Rest Area Gunung Mas, kawasan Puncak. Pos ini berfungsi sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik, termasuk fasilitas istirahat bagi para pemudik.

Sementara itu, satu pos terpadu juga didirikan di Pos Hoegeng, kawasan Gadog. Pos terpadu ini dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan berbagai fasilitas untuk masyarakat, seperti tempat istirahat, area ibadah, hingga layanan pengisian kendaraan listrik (SPKLU) yang bekerja sama dengan pihak ketiga.

Langkah pengamanan ini dilakukan karena wilayah Kabupaten Bogor, khususnya kawasan Puncak, merupakan salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran. Tingginya mobilitas masyarakat diperkirakan akan meningkatkan kepadatan lalu lintas, sehingga diperlukan pengamanan yang lebih intensif.

Selain fokus pada pengaturan lalu lintas, Operasi Ketupat 2026 juga bertujuan untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan selama masa libur Lebaran. Aparat gabungan akan melakukan patroli rutin di sejumlah titik rawan, termasuk kawasan wisata, pusat perbelanjaan, serta jalur utama mudik.

Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 melibatkan ratusan ribu personel gabungan dari berbagai instansi. Operasi ini tidak hanya bertujuan mengamankan jalur mudik, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat agar perjalanan selama periode Lebaran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Dengan berbagai persiapan tersebut, aparat berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih tenang. Pemerintah dan aparat keamanan juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama selama perjalanan mudik Lebaran 2026.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/