WhatsApp Image 2026-02-28 at 13.12.12
Penemuan Jasad Pria Tinggal Belulang di Pasuruan: Hilang 40 Hari

PASURUAN – Suasana duka menyelimuti sebuah keluarga di Pasuruan, Jawa Timur, setelah pencarian panjang selama lebih dari sebulan berakhir memilukan. Seorang pria yang sebelumnya dilaporkan hilang selama 40 hari ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jasad korban ditemukan sudah tinggal belulang di sebuah area yang jauh dari pemukiman warga, memicu keprihatinan mendalam bagi masyarakat setempat.

Penemuan kerangka manusia ini pertama kali dilaporkan oleh warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Kondisi jasad yang sudah tidak utuh lagi menunjukkan bahwa korban telah meninggal dunia dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya ditemukan.

Kisah pilu ini bermula sekitar 40 hari yang lalu, ketika korban berpamitan kepada pihak keluarga untuk pergi mencari pekerjaan. Sebagai tulang punggung yang berharap dapat memperbaiki kondisi ekonomi, kepergiannya awalnya dianggap sebagai langkah perjuangan biasa. Namun, kekhawatiran mulai muncul saat korban tak kunjung memberikan kabar dan telepon selulernya tidak dapat dihubungi.

Pihak keluarga sempat melakukan berbagai upaya pencarian, mulai dari menanyakan ke kerabat dekat hingga menyebarkan informasi di media sosial, namun hasilnya nihil. Hingga akhirnya, kabar penemuan jasad tinggal belulang di wilayah Pasuruan mengarahkan identitas pada pria yang hilang tersebut.

Tim Identifikasi dari Polres Pasuruan segera diterjunkan ke lokasi penemuan begitu menerima laporan. Petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan sangat teliti guna mencari bukti-bukti pendukung yang bisa mengungkap penyebab kematian korban.

Meski kondisi jasad sudah berupa tulang belulang, pihak keluarga meyakini identitas korban berdasarkan sisa pakaian dan benda-benda pribadi yang ditemukan di sekitar lokasi. “Berdasarkan ciri-ciri pakaian yang dikenakan terakhir kali saat pamit dari rumah, pihak keluarga mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah anggota keluarga mereka yang hilang,” ujar pihak kepolisian dalam keterangan resminya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian pria tersebut. Apakah murni karena kecelakaan, sakit, atau adanya unsur tindak kekerasan (kriminalitas), semuanya masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut melalui proses otopsi medis.

Medan lokasi penemuan yang cukup sulit dijangkau juga menjadi salah satu faktor mengapa jasad korban baru ditemukan setelah sekian lama. Kepolisian menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi liar hingga hasil pemeriksaan medis resmi keluar.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu menjaga komunikasi intensif dengan anggota keluarga yang bepergian, terutama jika menuju lokasi yang asing atau menempuh perjalanan jauh. Doa dan dukungan terus mengalir bagi keluarga korban yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan menghadapi kenyataan pahit ini.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/