2.-Sampah-plastik-di-laut-Gorontalo
Penelitian BRIN Ungkap Mikroplastik Sudah Menembus Laut Dalam Indonesia hingga 2.450 Meter

Jakarta – Penelitian terbaru yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan mengejutkan terkait pencemaran laut di Indonesia. Para peneliti menemukan partikel mikroplastik hingga kedalaman 2.450 meter di perairan Indonesia, menandakan bahwa polusi plastik tidak hanya terjadi di permukaan laut, tetapi juga telah mencapai wilayah laut dalam.

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Marine Pollution Bulletin. Studi ini meneliti distribusi vertikal mikroplastik di jalur utama Arus Lintas Indonesia (Arlindo), yaitu sistem arus laut yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia melalui wilayah perairan Indonesia.

Penelitian dilakukan oleh peneliti BRIN, Corry Yanti Manullang, bersama tim kolaborasi internasional yang melibatkan ilmuwan dari Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, dan China. Para peneliti melakukan ekspedisi oseanografi antara Januari hingga April 2021 untuk mengambil sampel air laut di berbagai kedalaman.

Dalam proses penelitian tersebut, tim mengambil 92 sampel air laut dari 11 titik pengamatan yang membentang dari Selat Makassar hingga Selat Lombok. Sampel diambil pada berbagai lapisan kedalaman, mulai dari sekitar 5 meter hingga mencapai 2.450 meter di bawah permukaan laut.

Untuk memperoleh sampel yang akurat, para peneliti menggunakan alat khusus bernama rosette sampler yang terhubung dengan sistem CTD (Conductivity, Temperature, Depth). Peralatan ini memungkinkan pengambilan air laut secara presisi pada kedalaman tertentu, sehingga distribusi mikroplastik di setiap lapisan laut dapat dianalisis secara detail.

Dari total sekitar 872 liter air laut yang dianalisis, para peneliti menemukan 924 partikel mikroplastik. Hasil analisis menunjukkan rata-rata konsentrasi mikroplastik mencapai sekitar 1,062 partikel per liter air laut, dan partikel tersebut ditemukan di seluruh titik pengamatan, termasuk pada kedalaman lebih dari dua kilometer di bawah permukaan laut.

Lebih dari 90 persen mikroplastik yang ditemukan berbentuk serat atau fiber. Jenis mikroplastik ini umumnya berasal dari bahan tekstil sintetis seperti poliester yang sering digunakan dalam pakaian. Saat pakaian berbahan sintetis dicuci, serat kecil dapat terlepas dan akhirnya masuk ke sistem perairan melalui saluran air.

Selain serat sintetis, penelitian juga mengidentifikasi beberapa jenis polimer plastik yang umum digunakan dalam produk sehari-hari, seperti polyester, polypropylene, dan polyurethane. Material ini banyak digunakan pada kemasan plastik, industri tekstil, hingga berbagai produk rumah tangga.

Para peneliti menjelaskan bahwa keberadaan mikroplastik di laut dalam menunjukkan bahwa partikel plastik dapat terbawa oleh arus laut hingga ke lapisan terdalam. Arus laut seperti Arlindo berperan penting dalam mendistribusikan partikel kecil tersebut ke berbagai wilayah laut.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran karena mikroplastik berpotensi masuk ke rantai makanan laut. Organisme kecil seperti plankton dapat menelan partikel plastik, yang kemudian dimakan oleh ikan atau hewan laut lainnya. Pada akhirnya, mikroplastik tersebut berpotensi masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi makanan laut.

Para ahli menilai temuan ini menjadi peringatan penting mengenai dampak luas pencemaran plastik terhadap ekosistem laut. Selama ini, sebagian besar penelitian mikroplastik di Indonesia masih berfokus pada wilayah pesisir atau permukaan laut. Studi terbaru ini menunjukkan bahwa masalah tersebut jauh lebih kompleks karena telah mencapai laut dalam.

Dengan temuan ini, para peneliti berharap pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah plastik. Upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta pengelolaan limbah yang lebih baik dinilai penting untuk mencegah semakin meluasnya pencemaran mikroplastik di laut Indonesia.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/