Cuplikan layar 2025-12-01 141810
Pemkot Bekasi Tunda “Jumat Berkah”, Dana Dialihkan untuk Korban Banjir-Longsor di Sumatera

Pemkot Bekasi Tunda “Jumat Berkah”, Fokus Bantu Korban Bencana Sumatera

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memutuskan untuk meniadakan sementara program rutin sosial “Jumat Berkah” pada pekan ini. Kebijakan ini ditempuh supaya anggaran dan donasi yang semula diperuntukkan bagi pembagian makanan gratis kepada warga Bekasi dapat dialihkan guna membantu korban bencana banjir dan longsor di wilayah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdampak di provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Tri Adhianto selaku Wali Kota Bekasi usai memimpin apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi, kawasan Bekasi Selatan, Senin (1/12/2025).

“Jumat Berkah minggu ini tidak ada untuk masyarakat Kota Bekasi. Jadi kita alihkan untuk membantu warga terdampak bencana di Sumatera,” ujar Tri Adhianto.

Kenapa Bantuan Uang Tunai, Bukan Logistik?

Pemkot Bekasi memastikan bahwa bantuan yang dikumpulkan nantinya bukan berupa barang logistik seperti makanan siap saji, selimut, atau sembako. Alih-alih, dana bantuan akan disalurkan dalam bentuk uang tunai. Alasan di balik keputusan ini adalah agar bantuan lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan mendesak di lokasi bencana, yang bisa berbeda-beda tergantung situasi di lapangan.

Dengan penggalangan dana tunai, diharapkan komunitas, lembaga, maupun korban bisa menentukan prioritas kebutuhan mereka sendiri — apakah itu untuk logistik, medis, rekonstruksi, atau kebutuhan penting lainnya.

Siapa yang Bisa Berdonasi?

Tri Adhianto mengajak seluruh elemen masyarakat — mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN, pelaku usaha, hingga warga umum — untuk berpartisipasi dalam donasi ini. Pemkot Bekasi akan membuka rekening khusus di bank daerah sebagai kanal resmi bagi donatur.

Informasi tentang nomor rekening resmi akan diumumkan melalui kanal resmi Humas Pemkot Bekasi dan media massa ketika tersedia. Pemerintah berharap dukungan luas dari masyarakat untuk menunjukkan solidaritas terhadap korban bencana di Sumatera.

Situasi Bencana di Sumatera dan Urgensi Bantuan

Bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah menelan korban jiwa yang cukup besar — jumlah terbaru korban tewas mencapai 442 jiwa, dengan 402 orang masih dinyatakan hilang menurut data resmi BNPB yang diperbarui 30 November 2025 malam.

Sebaran korban: di Sumatera Utara tercatat 217 korban tewas, Sumatera Barat 129, dan Aceh 96.

Bencana ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerusakan infrastruktur, pemutusan akses jalan, pengungsian massal, serta kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan bantuan kesehatan.

Oleh karena itu, inisiatif solidaritas seperti yang dilakukan Pemkot Bekasi dinilai sangat penting agar bantuan cepat sampai dan fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan.

Seruan Solidaritas: Warga Bekasi Diharapkan Bergerak

Dengan mengalihkan program Jumat Berkah dan membuka kesempatan donasi untuk umum, Pemkot Bekasi menyampaikan bahwa kebersamaan dan empati sangat dibutuhkan dalam situasi kemanusiaan ini.

Masyarakat yang ingin berdonasi dihimbau untuk menunggu pengumuman resmi soal nomor rekening, dan mengikuti petunjuk penyetoran agar bantuan bisa tersalurkan dengan tepat.

Langkah ini juga memberi ruang bagi individu maupun komunitas swasta di Bekasi untuk ikut serta memberikan kontribusi nyata bagi korban bencana di luar kota — sebuah bentuk empati antardaerah dalam kondisi darurat.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/