Pemkot Bekasi Didesak Bentuk Satgas Penanganan Paparan Debu Hitam
Pemkot Bekasi Didesak Bentuk Satgas Penanganan Paparan Debu Hitam

Warga Pejuang Resah Debu Hitam Pekat

Kota Bekasi – Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi sedang menghadapi persoalan debu hitam pekat yang menyelimuti permukiman selama beberapa pekan terakhir. Banyak warga mengeluhkan noda hitam di lantai, dinding, hingga tanaman, serta gangguan respirasi, terutama bagi anak-anak dan lansia. Kondisi ini memicu keprihatinan dan tuntutan agar pemerintah daerah segera bertindak.

DPRD Usulkan Satgas Khusus Lingkungan dan Kesehatan

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Adhika Dirgantara, mengusulkan pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus untuk menangani persoalan debu hitam ini secara menyeluruh. Satgas tersebut diharapkan mengawasi limbah industri, memetakan dampak kesehatan warga, dan memastikan perusahaan yang terbukti mencemari bertanggung jawab. “Dari sisi lingkungan hidup harus ada pengawasan limbah perusahaan, kemudian dari sisi masyarakat yang mengalami gangguan pengapasan, dan mungkin efek-efek lain harus semua ada solusinya,” tegasnya.

Warga dan pengamat lingkungan menyoroti bahwa debu hitam tersebut diduga berasal dari sejumlah pabrik di sekitar kawasan Pejuang yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Salah seorang warga menuturkan lantai rumahnya yang telah dibersihkan malam hari kembali dipenuhi debu pada pagi hari berikutnya. “Kondisinya seperti abu batu bara,” kata warga tersebut.

DLH Kota Bekasi Lakukan Uji Emisi, Hasil Masih Ditunggu

Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah merespon dengan melakukan pemeriksaan dan uji emisi cerobong di tiga titik dilaporkan pada 13–14 November 2025. Meskipun tindakan telah dilaksanakan, sumber pasti debu hitam belum berhasil diidentifikasi karena hasil laboratorium masih dalam proses. Kepala DLH, Kiswatiningsih, memastikan bahwa jika ada perusahaan yang terbukti melanggar, sanksi tegas akan dijatuhkan.

Tuntutan Integrasi Kesehatan Publik dan Lingkungan

Dampak paparan debu hitam bukan hanya soal kebersihan rumah tangga, tetapi juga kesehatan masyarakat. Beberapa santri di pondok pesantren di wilayah terdampak dilaporkan mengalami batuk dan sesak napas ringan. DPRD mendesak agar Dinas Kesehatan turut turun tangan melakukan tracking dan pemantauan kondisi kesehatan warga yang terdampak agar penanganan bersifat komprehensif.

Harapan bagi Tindakan Cepat dan Transparan untuk Debu Hitam

Warga berharap agar penanganan tidak hanya berupa janji, tetapi aksi nyata yang cepat dan transparan. Usulan terbentuknya Satgas oleh DPRD menjadi salah satu harapan agar pengawasan industri, pembersihan lingkungan, dan perlindungan kesehatan warga mendapat prioritas. “Yang kami mau cuma udara bersih,” kata seorang warga.

DPRD Kota Bekasi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya melakukan penanganan insidental, namun juga memperkuat pengawasan jangka panjang terhadap industri dengan cerobong asap dan potensi emisi. Satgas yang efektif dan akuntabel diharapkan menjadi format baru dalam memastikan lingkungan sehat dan warga terlindungi.

Baca juga berita Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

Baca juga berita Internasional lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/