156084-whatsapp-image-2025-12-01-at-075944
Pagi Ini Semeru Meletus Lagi: 16 Letusan, Kolom Abu Capai 1.100 Meter

Jakarta – Pada Rabu (3 Desember 2025) pagi, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan. Berdasarkan data dari pos pengamatan, sejak pukul 00.31 WIB hingga 08.42 WIB tercatat sebanyak 16 kali erupsi. Letusan tertinggi diamati sekitar pukul 05.55 WIB dengan kolom abu membumbung hingga 1.100 meter di atas puncak — atau sekitar 4.776 meter di atas permukaan laut.

Erupsi pertama pada dini hari menghasilkan kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak. Beberapa letusan susulan sempat membumbung hingga 400 meter, sebelum akhirnya mencapai puncak pada letusan keenam yang menjadi titik tertinggi erupsi pagi ini. Warna abu yang teramati bergerak (arah kolom abu) bervariasi — dari putih hingga kelabu — dengan intensitas sedang hingga tebal, tergantung erupsi.

Hingga laporan dibuat, erupsi masih berlangsung dan status aktivitas volcano tetap pada level “Siaga” atau “Waspada”.

Imbauan & Potensi Ancaman

Meskipun erupsi ini belum disertai laporan resmi tentang awan panas (pyroclastic flow) atau lava panas, pengelola kawasan maupun pihak terkait tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Bahaya abu vulkanik, hujan abu, dan potensi guguran batu pijar masih bisa terjadi — terutama di area lereng, sungai, dan lembah di sekitar kawasan terdampak.

Sebelumnya pun, meski erupsi-peristiwa dengan kolom abu “hanya” 500–900 meter telah terjadi berkali-kali, pihak observasi dan mitigasi selalu mengingatkan warga untuk tidak mendekat kawah dan sungai aliran lahar.

Bagi warga dan pendaki: hindari sektor tenggara terutama sepanjang jalur sungai — terutama wilayah aliran sungai yang berhulu di puncak. Disarankan mengikuti update resmi dari PVMBG dan unit mitigasi bencana setempat.

Dampak & Perhatian Publik

Erupsi pagi ini menggambarkan bahwa Gunung Semeru masih dalam fase aktivitas yang perlu diwaspadai. Abunya yang tinggi dan berulang menunjukkan potensi gangguan — baik terhadap kualitas udara maupun mobilitas di sekitar area terdampak.

Bagi pendaki, wisatawan, maupun masyarakat lokal — penting untuk mengevaluasi rencana kunjungan ke kawasan Semeru atau jalur wisata di kaki gunung. Sebaiknya menunda aktivitas outdoor jika kondisi erupsi masih aktif.

Aktivitas seperti pertanian, peternakan, dan transportasi lokal juga bisa terdampak abu vulkanik. Oleh karena itu, koordinasi antar pemerintah daerah, masyarakat, serta lembaga mitigasi harus diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Erupsi beruntun pagi ini — dengan 16 letusan dan kolom abu tertinggi hingga 1.100 meter — menunjukkan bahwa Gunung Semeru masih aktif. Meski belum ada laporan korban atau awan panas, potensi risiko abu, hujan abu, dan material vulkanik tetap ada. Warga dan pendaki diimbau untuk tetap waspada, menghindari kawasan berbahaya, dan memantau update resmi dari PVMBG.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/