WhatsApp Image 2026-03-02 at 11.08.34
Nyawa Jadi Taruhan! Warga Bekasi Keluhkan Menjamurnya Pengendara Lawan Arus di Jalur Tengkorak

BEKASI – Jalur penghubung antara Jakarta dan Bekasi kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, keresahan warga memuncak akibat maraknya aksi nekat para pengendara motor yang melawan arus di sepanjang Jalan Raya Bekasi. Praktik berbahaya ini dinilai sudah dalam tahap mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, fenomena lawan arus ini paling sering terjadi pada jam sibuk, baik pagi hari saat keberangkatan kerja maupun sore hari saat jam pulang kantor. Para pelanggar umumnya memilih melawan arus demi memangkas jarak tempuh menuju putaran balik (u-turn) yang dianggap terlalu jauh.

Beberapa titik yang menjadi “sarang” pelanggaran lawan arus di Jalan Raya Bekasi meliputi kawasan depan Pasar Cakung hingga perbatasan Harapan Indah. Kurangnya pengawasan ketat dari petugas pada jam-jam tertentu membuat para pengendara merasa leluasa melakukan pelanggaran tanpa rasa takut.

“Setiap hari saya lewat sini, rasanya seperti bertaruh nyawa. Motor-motor itu tiba-tiba muncul dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Kalau kita tidak sigap mengerem, kecelakaan maut pasti terjadi,” ujar Rian (34), salah seorang pengguna jalan yang rutin melintasi jalur tersebut, Senin (2/3/2026).

Keluhan serupa juga datang dari para pejalan kaki. Trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki pun kerap diserobot oleh para pemotor yang enggan terjebak kemacetan dan memilih melawan arah.

Jalan Raya Bekasi selama ini dikenal sebagai “jalur tengkorak” karena banyaknya kendaraan besar seperti truk kontainer dan bus yang melintas. Kehadiran pengendara motor yang melawan arus di tengah kepadatan kendaraan berat ini menciptakan risiko kecelakaan fatal yang sangat tinggi.

Data dari komunitas peduli keselamatan jalan menunjukkan bahwa insiden senggolan hingga kecelakaan beruntun di wilayah ini sering kali dipicu oleh faktor kejutan (faktor surprise) dari kendaraan yang datang dari arah yang salah. Selain membahayakan diri sendiri, perilaku ini juga menciptakan kemacetan baru karena arus kendaraan yang tersendat.

Masyarakat mendesak Satlantas Polres Metro Bekasi untuk tidak hanya melakukan penilangan sesaat, tetapi juga menempatkan personel secara permanen atau memasang kamera E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) di titik-titik krusial tersebut.

“Kami butuh tindakan tegas, bukan sekadar imbauan. Kalau perlu, pasang pembatas jalan yang lebih tinggi agar motor tidak bisa sembarangan memotong jalan atau melawan arus,” tegas salah satu warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya respon cepat dari pemerintah kota dan pihak kepolisian untuk membenahi manajemen lalu lintas di Jalan Raya Bekasi sebelum jatuh korban jiwa lebih lanjut. Kesadaran berkendara memang penting, namun penegakan hukum yang tegas adalah kunci utama ketertiban di jalan raya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/