BEKASI — Harapan untuk mendapatkan pekerjaan mapan di kawasan industri Bekasi justru berakhir pilu bagi sepuluh orang pemuda ini. Bukannya mendapatkan seragam kerja dan gaji bulanan, mereka kini harus menanggung kerugian materiil setelah menjadi korban penipuan sindikat lowongan kerja (loker) bodong.
Nasib naas menimpa 10 pencari kerja tersebut setelah termakan “rayuan maut” seorang oknum yang mengaku sebagai “Orang Dalam” atau penyalur tenaga kerja yang memiliki akses khusus ke perusahaan ternama.
Tergiur Jalur Pintas Tanpa Tes
Berdasarkan keterangan para korban, modus pelaku sangat meyakinkan. Pelaku menjanjikan korban bisa langsung diterima bekerja di sebuah pabrik bonafide di kawasan industri Cikarang tanpa harus melalui proses seleksi yang rumit seperti psikotes atau wawancara ketat.
Syaratnya klasik: korban harus menyetorkan sejumlah uang pelicin atau biaya administrasi di muka. Terdesak kebutuhan ekonomi dan sulitnya persaingan mencari kerja, para korban akhirnya tergiur mengambil jalan pintas tersebut.
“Katanya jalur khusus orang dalam, pasti masuk. Saya sudah setor uang, teman-teman saya juga. Totalnya lumayan besar,” ujar salah satu korban dengan nada kecewa.

Uang Melayang, Pelaku Menghilang
Setelah uang diserahkan, janji manis pelaku mulai pudar. Tanggal masuk kerja yang dijanjikan terus diundur dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.
Kecurigaan memuncak ketika nomor telepon pelaku mulai sulit dihubungi dan akhirnya tidak aktif sama sekali. Sadar telah ditipu, para korban hanya bisa “gigit jari”. Uang tabungan atau bahkan uang pinjaman yang mereka gunakan untuk menyogok kini raib tak berbekas dibawa kabur pelaku.
Lapor Polisi Berharap Keadilan
Tak terima dipermainkan, kesepuluh korban akhirnya sepakat untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Mereka telah mendatangi kantor kepolisian setempat untuk membuat laporan resmi, dengan harapan pelaku dapat segera ditangkap dan uang mereka bisa kembali.
Kasus ini menambah panjang daftar hitam penipuan bermodus rekrutmen tenaga kerja di wilayah Bekasi. Polisi kembali mengingatkan masyarakat agar skeptis terhadap tawaran kerja yang meminta uang.
“Di Bekasi ini banyak calo. Tolong diingat, perusahaan resmi tidak pernah memungut biaya sepeser pun untuk rekrutmen. Kalau minta duit, itu 99% penipuan,” tegas imbauan dari pihak kepolisian.
Kejadian ini menjadi pelajaran pahit bahwa tidak ada kesuksesan yang bisa diraih melalui jalan pintas yang melanggar aturan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
















