whatsapp-image-2025-11-27-at-08.17.15
Momen Langka! Ratu Máxima Saksikan Langsung Prosesi Akad KPR Rumah Subsidi di Cibitung

KABUPATEN BEKASI — Suasana kantor pemasaran perumahan subsidi di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, mendadak berbeda pada Rabu (26/11/2025). Sebuah meja panjang yang biasanya hanya diisi oleh petugas bank dan calon debitur, kali ini diawasi langsung oleh seorang tamu kehormatan dunia: Ratu Máxima dari Kerajaan Belanda.

Dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Inklusi Keuangan (UNSGSA), Ratu Máxima tampak antusias meninjau dari dekat prosesi akad kredit atau penandatanganan perjanjian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang difasilitasi oleh Bank BTN.

Cek Detail Cicilan dan Tenor

Ratu Máxima terlihat berdiri tepat di samping meja akad, memperhatikan dengan seksama tumpukan berkas perjanjian yang sedang ditandatangani oleh pasangan suami-istri muda calon penghuni rumah.

Tidak hanya menonton, Sang Ratu juga terlihat aktif berinteraksi. Melalui penerjemah, ia menanyakan detail-detail krusial kepada petugas bank dan warga, seperti:

  • Berapa besar cicilan bulanan yang harus dibayar?

  • Berapa lama jangka waktu (tenor) kreditnya?

  • Apakah proses administrasinya menyulitkan bagi pekerja informal?

Kehadiran Ratu Máxima di momen ini menyimbolkan perhatian global terhadap pentingnya akses perumahan yang layak dan terjangkau (affordable housing) sebagai fondasi kesejahteraan keluarga.

Warga Gugup Bercampur Bahagia

Bagi warga yang sedang melakukan akad, momen ini menjadi pengalaman seumur hidup yang tak terlupakan. Rasa gugup menandatangani dokumen utang jangka panjang bercampur dengan rasa bangga karena disaksikan langsung oleh seorang Ratu.

“Gemetar juga tadi pas tanda tangan dilihatin Ratu Belanda. Tapi senang banget, serasa didoain biar lancar nyicilnya sampai lunas,” ungkap salah satu warga dengan wajah sumringah usai prosesi akad.

Apresiasi Kemudahan Akses KPR

Ratu Máxima mengapresiasi langkah perbankan dan pemerintah Indonesia yang telah menyederhanakan proses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurutnya, akad KPR adalah gerbang awal menuju kesehatan finansial. Ketika sebuah keluarga memiliki aset tetap berupa rumah, mereka memiliki jaminan keamanan sosial yang lebih baik dibandingkan harus terus-menerus mengontrak.

Kunjungan ini menegaskan bahwa program rumah subsidi di Indonesia, khususnya di kantong-kantong penyangga ibu kota seperti Bekasi, dinilai berhasil menjadi model inklusi keuangan yang efektif dalam memberdayakan ekonomi masyarakat bawah.


Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi

Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media