01kfdp27mbcyseybck50d7atkn
Melawan Trauma Banjir: Kisah Warga Kali Bekasi Bangun Rumah Panggung demi Bertahan Hidup

BEKASI – Bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Bekasi, musim hujan bukan sekadar fenomena alam, melainkan periode penuh kecemasan. Di tengah trauma mendalam akibat terjangan banjir besar tahunan, muncul sebuah pemandangan berbeda di pemukiman mereka. Beberapa warga kini memilih untuk memodifikasi hunian mereka menjadi rumah panggung sederhana sebagai benteng pertahanan terakhir.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kehilangan harta benda dan ancaman keselamatan jiwa selama bertahun-tahun telah memaksa mereka untuk berpikir kreatif agar tetap bisa bertahan di tanah kelahiran mereka.

Arsitektur Adaptif di Tengah Trauma

Konsep rumah panggung yang dibangun warga di Bekasi ini tergolong sederhana namun fungsional. Alih-alih meratakan tanah, mereka meninggikan lantai rumah menggunakan pilar-pilar beton atau kayu yang kokoh.

Beberapa aspek unik dari hunian adaptif di Kali Bekasi ini antara lain:

  • Ketinggian Aman: Rata-rata lantai rumah ditinggikan sekitar 1,5 hingga 2 meter dari permukaan tanah, menyesuaikan dengan rekam jejak ketinggian air tertinggi.

  • Ruang Terbuka Bawah: Bagian bawah rumah sering kali dibiarkan kosong atau hanya digunakan untuk menyimpan barang-barang yang mudah dievakuasi, sehingga aliran air banjir tidak tertahan oleh dinding rumah.

  • Material Ringan: Banyak yang menggunakan material yang lebih ringan pada bagian atas untuk mengurangi beban struktur pilar.

Perjuangan Melawan Ketidakpastian

Membangun rumah panggung membutuhkan biaya ekstra yang tidak sedikit bagi warga di pinggiran Bekasi. Namun, bagi mereka, investasi ini jauh lebih murah dibandingkan harus terus-menerus membeli perabotan baru atau melakukan perbaikan rumah setiap kali banjir surut.

“Bukan mau pamer rumah unik, tapi kami sudah lelah kalau harus terus mengungsi dan kehilangan semuanya setiap kali air naik. Rumah panggung ini adalah cara kami tetap bisa tidur tenang meski hujan deras turun semalaman,” ungkap salah seorang warga di bantaran Kali Bekasi, Rabu (21/1/2026).

Harapan untuk Penataan Kawasan

Munculnya fenomena rumah panggung swadaya ini mencerminkan tingginya tingkat kemandirian warga Bekasi dalam memitigasi bencana. Meski demikian, mereka tetap berharap adanya penanganan permanen dari pemerintah terkait normalisasi sungai dan perkuatan tanggul.

Rumah panggung hanyalah solusi jangka pendek bagi individu. Keamanan wilayah secara menyeluruh tetap bergantung pada tata kelola air nasional yang terintegrasi. Kisah warga Kali Bekasi ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya adaptasi lingkungan dan perlunya kehadiran kebijakan yang berpihak pada keselamatan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/