Rapat Banmus (25)
Luruskan Isu Anggaran, Pemkot Bekasi Tegaskan: Proyek Wisata Air Kalimalang Didanai Provinsi dan CSR, Bukan Bebani APBD Kota

KOTA BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memberikan klarifikasi tegas terkait sumber pendanaan proyek revitalisasi Kalimalang yang digadang-gadang akan menjadi destinasi Wisata Air ikonik di Kota Patriot.

Menanggapi pertanyaan publik mengenai besarnya anggaran yang digelontorkan di tengah kebutuhan infrastruktur lain yang mendesak, Pemkot Bekasi memastikan bahwa proyek tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi secara signifikan.

Pemerintah menegaskan bahwa struktur pendanaan revitalisasi Kalimalang didominasi oleh bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Kolaborasi Provinsi dan Swasta

Dalam keterangannya, pejabat terkait menjelaskan bahwa proyek “Menata Kalimalang” yang terinspirasi dari Sungai Cheonggyecheon di Korea Selatan ini merupakan program strategis yang diinisiasi sejak era Gubernur Jawa Barat sebelumnya.

Oleh karena itu, porsi terbesar pembiayaan konstruksi fisik berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat.

“Perlu kami luruskan agar masyarakat paham. Revitalisasi ini mayoritas didanai oleh Provinsi. Selain itu, kami juga memaksimalkan pelibatan pihak ketiga melalui dana CSR perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bekasi,” ujar perwakilan Pemkot Bekasi.

APBD Kota Fokus pada Pemeliharaan

Lantas, apa peran APBD Kota Bekasi? Pemkot menjelaskan bahwa anggaran kota lebih difokuskan pada aspek pendukung dan pemeliharaan pasca-konstruksi.

Dana APBD Kota Bekasi digunakan untuk memastikan kebersihan area, perawatan taman, penerangan, serta penataan pedagang di sekitar lokasi wisata agar tetap tertib dan nyaman dikunjungi.

“Jadi tidak benar jika dikatakan Pemkot menghamburkan uang rakyat untuk proyek ini sementara jalan rusak dibiarkan. Pos anggarannya berbeda. Untuk perbaikan jalan dan banjir tetap ada alokasinya sendiri yang menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Menuju Ikon Baru Kota Bekasi

Dengan skema pendanaan kolaboratif ini (Provinsi – Swasta – Pemkot), pembangunan Wisata Air Kalimalang diharapkan dapat terus berjalan tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.

Pemkot Bekasi berharap, ketika rampung sepenuhnya nanti, kawasan Kalimalang tidak hanya berfungsi sebagai saluran air baku, tetapi bertransformasi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan destinasi wisata gratis yang mampu mendongkrak kebahagiaan serta ekonomi warga sekitar.

Transparansi anggaran ini disampaikan sebagai bentuk akuntabilitas publik, sekaligus mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga fasilitas yang sudah dibangun dengan dana bersama tersebut.


Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi

Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media