CIKARANG/KABUPATEN BEKASI – Keberadaan ribuan pabrik raksasa di Kabupaten Bekasi seharusnya menjadi berkah ekonomi bagi warga lokal, bukan hanya sebagai penonton di tengah hiruk-pikuk industrialisasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Dr. H. Endin Samsudin, menyoroti potensi pasar yang luar biasa besar yang belum tergarap maksimal oleh gerakan ekonomi kerakyatan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 7.000 perusahaan yang beroperasi di berbagai kawasan industri di Kabupaten Bekasi.
Angka fantastis ini, menurut Endin, adalah “ladang emas” yang harus dimanfaatkan oleh Koperasi untuk mengembangkan sayap bisnisnya.

Pasar Raksasa yang Menanti
Dalam keterangannya, Sekda Endin menegaskan bahwa kebutuhan operasional ribuan perusahaan tersebut sangat besar. Mulai dari penyediaan katering karyawan, pengadaan seragam, jasa kebersihan, hingga penyediaan kebutuhan pokok pekerja.
“Ini peluang besar. Ada 7.000 perusahaan, bayangkan jika koperasinya hidup dan bisa bermitra. Koperasi jangan hanya simpan pinjam, tapi harus masuk ke sektor riil penyediaan jasa dan barang bagi industri,” ujar Endin Samsudin.
Tantangan: Koperasi Harus Profesional
Namun, untuk menembus tembok tebal kawasan industri, Koperasi dituntut untuk berbenah. Sekda mengingatkan bahwa perusahaan multinasional memiliki standar tinggi. Oleh karena itu, pengurus Koperasi di Bekasi harus meningkatkan profesionalisme, manajemen mutu, dan melek digital.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk memfasilitasi “perjodohan” bisnis ini agar ekonomi lokal berputar kencang. Jika koperasi kuat, maka kesejahteraan anggotanya—yang notabene warga Bekasi—akan ikut terkatrol naik.
“Jangan sampai peluang ini diambil oleh pengusaha luar Bekasi. Koperasi kita harus jadi tuan rumah di negeri sendiri,” tambahnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















