KABUPATEN BEKASI — Suara ledakan dahsyat yang menyerupai bom mengguncang Kampung Sawah, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (24/11/2025) sore itu menewaskan seorang pemulung bernama Soleh (45) dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
Pihak kepolisian akhirnya membeberkan kronologi lengkap insiden berdarah tersebut. Tragedi ini bermula dari ketidaktahuan korban yang mengira benda mematikan itu hanyalah besi tua bernilai ekonomis.
Penemuan Awal: “Dikira Besi Kuningan”
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban membawa pulang sebuah karung berisi barang rongsokan ke lapak tempat kerjanya.
Di dalam karung tersebut, terdapat sebuah benda lonjong berbahan logam berat yang diduga kuat adalah mortir.
“Menurut keterangan saksi, korban mengira benda tersebut adalah besi biasa atau kuningan/tembaga yang jika dijual memiliki harga lumayan tinggi,” ujar Kombes Ade Ary dalam keterangannya.
Detik-detik Maut: Nekat Potong Pakai Gerinda
Sekitar pukul 14.00 WIB, didorong oleh niat untuk mengambil isi logamnya, korban mengambil inisiatif berbahaya. Ia mengambil sebuah mesin gerinda duduk (alat pemotong besi).
Tanpa mengetahui bahwa benda itu adalah bahan peledak aktif, Soleh mulai menggerinda bagian tubuh mortir tersebut. Gesekan panas antara mata pisau gerinda dan logam mortir diduga memicu reaksi bahan peledak di dalamnya.

Ledakan Terdengar hingga Radius 1 Kilometer
Tak berselang lama, BLARR!
Ledakan hebat terjadi seketika. Saking kencangnya, suara ledakan tersebut terdengar oleh warga hingga radius 1 kilometer dari lokasi kejadian.
“Saksi yang berada tak jauh dari lokasi melihat kepulan asap putih pekat membubung tinggi usai mendengar suara dentuman keras,” tambah Ade Ary.
Kondisi Korban Mengenaskan
Dampak ledakan jarak dekat itu sangat fatal. Tubuh korban terpental dan mengalami luka hancur yang parah di sekujur tubuh, terutama bagian kepala dan tangan. Soleh dinyatakan tewas seketika di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selain Soleh, dua orang rekan kerjanya yang berada di sekitar lokasi, yakni Sarnoto dan Fathur, juga turut menjadi korban. Keduanya mengalami luka-luka akibat terkena serpihan mortir dan puing-puing bangunan lapak yang hancur berantakan.
Tim Gegana Sisir Lokasi
Pasca-kejadian, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Metro Jaya langsung diterjunkan untuk melakukan sterilisasi. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk serpihan proyektil mortir dan sisa-sisa mesin gerinda yang digunakan korban.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat. Polisi kembali mengimbau agar warga segera melapor jika menemukan benda mencurigakan menyerupai peluru atau bom, dan dilarang keras untuk memanipulasi benda tersebut secara mandiri.
Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi
Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media
















