KOTA BEKASI — Dalam upaya menjawab tantangan era digital, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi kini memperkuat fokus pada transformasi pendidikan. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, S.H., M.M., menekankan pentingnya memasukkan pembelajaran Artificial Intelligence (AI) dan coding ke dalam kurikulum pendidikan sebagai bekal keterampilan abad 21 bagi generasi muda.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kegiatan resmi yang dihadiri oleh para anggota legislatif, pendidik, serta pemangku kepentingan pendidikan di Kota Bekasi pada Rabu, 18 Februari 2026. Menurut Adelia, digitalisasi pendidikan bukan lagi sekadar jargon, melainkan kebutuhan nyata untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi revolusi industri 4.0 dan tantangan global di masa depan.
“Perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi menuntut kita untuk memodernisasi pendidikan. AI dan coding tidak hanya sekadar keterampilan teknis, tapi juga merupakan modal dasar untuk berpikir logis, kreatif, dan adaptif,” ujar Adelia saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Dorongan ini sejalan dengan perubahan kebijakan pendidikan nasional di mana Artificial Intelligence dan coding mulai diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebelumnya sudah menetapkan bahwa coding dan AI akan menjadi bagian dari materi kurikulum mulai tahun ajaran 2025–2026 sebagai mata pelajaran pilihan untuk siswa SD, SMP, dan SMA di Indonesia.
Langkah ini juga mendapat dukungan dari pusat pendidikan. Beberapa sekolah di Kota Bekasi sudah mulai mengintegrasikan pelatihan digital bagi siswa, seperti pelatihan pemanfaatan teknologi chatGPT, AI, dan pemrograman dasar. Salah satu contoh adalah kegiatan yang berlangsung di SMPN 34 Kota Bekasi, di mana siswa dilatih menggunakan AI dan coding sebagai bagian dari program pembelajaran tambahan.
Menurut Adelia, implementasi kurikulum digital di Kota Bekasi akan dilakukan bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan, sekolah, hingga komunitas teknologi. Ia menekankan pentingnya kesiapan guru sebagai ujung tombak pendidikan digital tersebut agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kita tidak ingin sekadar memasukkan istilah AI dan coding ke dalam buku pelajaran. Kurikulum ini harus mampu membekali siswa dengan kemampuan berpikir komputasional, pemecahan masalah, serta kreativitas digital. Ini adalah bekal kompetitif untuk masa depan mereka,” tambah Adelia.
Dukungan terhadap pembelajaran digital juga semakin kuat di berbagai daerah lainnya. Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen sudah menjalin kolaborasi dengan sektor swasta untuk mempercepat implementasi pembelajaran coding dan AI di sekolah-sekolah, serta memberikan pelatihan bagi guru agar lebih siap menghadapi kurikulum tersebut.
Selain itu, pelaksanaan digitalisasi pendidikan juga mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pakar pendidikan yang menilai bahwa literasi digital harus diperkuat sejak dini untuk menciptakan generasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi.
Dengan dorongan legislator Bekasi dan kebijakan pendidikan nasional yang mendukung, Kota Bekasi terus bergerak menuju sistem pendidikan yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan zaman. Tidak hanya fokus pada penguasaan materi klasik, kurikulum digital yang mencakup AI dan coding diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan siap bersaing.
(suarakabarmedia/adv)
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/



















