IMG_3010
Ketika Dana Menipis: Karyawan Bandung Zoo Rela Patungan Demi Pakan Satwa

Tekanan Keuangan di Tengah Penutupan Operasional

Bandung – Bandung Zoo kembali menghadapi krisis keuangan setelah penutupan operasional sejak beberapa waktu lalu. Meski kebun binatang itu tidak lagi menerima pengunjung dan pendapatan dari tiket praktis nol, perawatan satwa tetap berjalan — dan beban pembiayaan kini harus ditopang dengan cara tak lazim. Banyak pemberi makan satwa dan kebutuhan perawatan lainnya mengandalkan inisiatif internal, bukan dukungan reguler.

Kondisi makin pelik ketika sejumlah karyawan memutuskan untuk melakukan patungan secara sukarela. Idée tersebut muncul setelah muncul kekhawatiran bahwa dana yayasan pengelola sudah semakin menipis — tidak lagi memadai untuk membeli pakan serta menanggung kebutuhan dasar satwa. Dengan kesadaran bahwa nasib ribuan hewan bergantung pada keberlangsungan perawatan, para pekerja bahu-membahu mengumpulkan donasi kecil dari kantong mereka sendiri.

“Meskipun kontribusinya kecil — dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah — ini untuk memastikan satwa tetap mendapatkan pakan,” ujar salah satu staf internal. Upaya itu meskipun belum mampu menutup seluruh kebutuhan, setidaknya menunjukkan solidaritas dan tanggung jawab terhadap nasib kolega berkaki empat.

Dampak Penutupan & Krisis Operasional: Satwa dan Pekerja Berjuang

Penutupan kebun binatang bukan hanya soal kehilangan pemasukan, tetapi juga ancaman bagi kesejahteraan satwa dan keberlangsungan pekerja. Selama pintu gerbang tertutup untuk umum, karyawan tetap berusaha menjaga rutinitas perawatan — memberi makan, menjaga kebersihan kandang, dan memantau kesehatan hewan.

Namun bagi tim staf, beban kerja meningkat tanpa diiringi kepastian finansial. Sebagian pekerja dialihkan dari bagian pengelolaan tiket dan layanan pengunjung ke tugas operasional dasar: merawat hewan, bersih-bersih kandang, hingga distribusi pakan. Hal ini menciptakan kondisi kerja yang tidak ideal — sebagian berharap yayasan segera mengambil alih beban operasional agar tidak terus menggantung pada urunan internal.

Meski begitu, komitmen terhadap satwa tidak luntur. Para kurator dan penjaga hewan terus berupaya menjaga kesehatan dan kondisi hewan, termasuk memastikan satwa herbivora dan karnivora tetap mendapat pakan dan perawatan sesuai kebutuhan.

Sinyal Bahaya bagi Keberlangsungan Lembaga Konservasi

Situasi ini mencerminkan dilema serius bagi kebun binatang: ketika model operasional tergantung pada kunjungan publik, penutupan bahkan untuk sementara — akibat konflik manajemen, penyegelan, atau isu izin — bisa langsung mengguncang kelangsungan hidup satwa dan pekerja.

Bandung Zoo, sebagai lembaga konservasi sekaligus objek wisata, kini berdiri di persimpangan: menjaga nilai pelestarian, namun juga bergulat dengan realitas finansial. Bila tidak ada intervensi — entah dari pemerintah daerah, yayasan konservasi nasional, atau pendanaan alternatif — nasib kebun binatang ini dan seluruh satwanya bisa terancam.

Dalam jangka panjang, kebutuhan mendesak muncul: transparansi pengelolaan dana, sumber pendanaan berkelanjutan (tidak sekadar tiket masuk), serta regulasi pengawasan yang memastikan satwa dan pekerja tidak terabaikan saat krisis.

Harapan & Upaya Bersama: Selamatkan Bandung Zoo

Kisah karyawan yang patungan membeli pakan — meskipun sederhana — menyuarakan satu pesan: tanggung jawab terhadap satwa dan konservasi tidak bisa hanya dibebankan kepada manajemen. Masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya perlu menunjukkan solidaritas nyata.

Jika ada, dukungan dalam bentuk donasi, sponsor konservasi, atau program adopsi satwa bisa sangat membantu. Begitu pula transparansi terhadap izin operasional dan pengelolaan keuangan supaya public trust tetap terjaga.

Bandung Zoo bukan sekadar tempat hiburan — ia rumah bagi satwa, tempat kerja bagi ratusan karyawan, sekaligus bagian dari identitas kota Bandung. Menjaganya berarti menjaga nilai konservasi dan tanggung jawab kemanusiaan terhadap kehidupan yang berbeda — semoga perjuangan kecil dari para pekerjanya bisa membuka jalan menuju solusi lebih besar.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/