tangkapan-layar-cctv-diduga-pelaku-penyiraman-air-keras-ke-aktivis-kontras-di-jakarta-pusat-1773396807682_169
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis HAM di Jakarta Terungkap, Polisi Periksa Dua Saksi Kunci

Jakarta – Kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) di Jakarta masih terus didalami aparat kepolisian. Hingga kini, penyidik telah memeriksa dua saksi mata yang diduga mengetahui langsung peristiwa penyerangan tersebut.

Korban diketahui bernama Andrie Yunus, yang merupakan Wakil Koordinator organisasi advokasi HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Insiden tersebut terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026).

Menurut keterangan kepolisian, dua saksi yang diperiksa merupakan orang yang berada di sekitar lokasi kejadian dan turut membantu korban setelah serangan terjadi. Polisi masih terus mengumpulkan berbagai bukti tambahan, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar tempat kejadian perkara untuk mengidentifikasi pelaku.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pelaku diduga berjumlah dua orang yang datang menggunakan sepeda motor. Keduanya sempat melintas di lokasi, kemudian memutar balik kendaraan dan mendekati korban yang saat itu juga sedang mengendarai motor. Tak lama kemudian, pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban sebelum melarikan diri dari lokasi.

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar cukup serius di beberapa bagian tubuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya, terutama di area wajah, dada, tangan, dan mata. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Saat kejadian, korban sempat berteriak meminta pertolongan karena merasakan panas yang luar biasa akibat cairan tersebut. Warga sekitar yang mendengar teriakan kemudian datang membantu dan memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kasus ini langsung memicu perhatian publik serta berbagai pihak yang menilai serangan tersebut sebagai tindakan kekerasan serius terhadap pembela hak asasi manusia. Organisasi KontraS sendiri mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh dan menangkap para pelaku.

Koordinator KontraS menyatakan bahwa serangan terhadap aktivis HAM merupakan tindakan yang tidak dapat dianggap sebagai kriminalitas biasa. Menurut mereka, insiden ini berpotensi menjadi ancaman terhadap kebebasan serta keselamatan para pembela HAM di Indonesia.

Sejumlah pihak, termasuk lembaga HAM dan organisasi masyarakat sipil, juga turut mengecam tindakan tersebut. Mereka meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara transparan serta memastikan keamanan bagi para aktivis yang selama ini memperjuangkan isu hak asasi manusia.

Pihak kepolisian sendiri memastikan akan menangani kasus ini secara serius dan profesional. Selain memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian, penyidik juga terus menelusuri jejak pelaku melalui rekaman CCTV serta bukti digital lainnya.

Polisi juga membuka kemungkinan jumlah saksi akan bertambah seiring dengan proses penyelidikan yang masih berlangsung. Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang guna membantu proses pengungkapan kasus.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih berupaya mengidentifikasi pelaku penyerangan dan memastikan motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku sekaligus memastikan kasus ini dapat diselesaikan secara tuntas sesuai hukum yang berlaku.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/