Jakarta – Pemerintah Kota Bogor menyiapkan kawasan Kebun Raya Bogor sebagai salah satu lokasi utama pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada 2026. Ruang terbuka hijau yang identik dengan suasana sejuk dan asri ini akan “disulap” menjadi tempat ibadah massal bagi ribuan jemaah.
Pemanfaatan Kebun Raya Bogor sebagai lokasi Salat Id bukan tanpa alasan. Kawasan seluas puluhan hektare ini dinilai mampu menampung jemaah dalam jumlah besar dengan suasana yang nyaman dan kondusif. Selain itu, hamparan rumput luas serta pepohonan rindang memberikan pengalaman ibadah yang berbeda dibandingkan di masjid atau lapangan biasa.
Pelaksanaan Salat Id direncanakan berlangsung di area strategis dalam Kebun Raya, dengan pengaturan khusus agar tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pengelola bersama pemerintah daerah telah menyiapkan skema teknis, mulai dari titik masuk jemaah, pengamanan, hingga pengaturan kebersihan setelah kegiatan berlangsung. Hal ini penting mengingat Kebun Raya Bogor merupakan kawasan konservasi yang memiliki ribuan jenis tanaman.
Selain itu, kolaborasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selaku pengelola kawasan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kegiatan keagamaan tetap berjalan khidmat tanpa mengganggu fungsi utama Kebun Raya sebagai pusat konservasi dan penelitian tanaman.
Tidak hanya Kebun Raya Bogor, sejumlah titik lain di Kota Bogor juga akan digunakan sebagai lokasi Salat Id. Di antaranya adalah Lapangan Sempur yang biasanya menjadi pusat kegiatan warga. Namun, keberadaan Kebun Raya diprediksi menjadi magnet utama karena daya tampungnya yang besar serta daya tarik suasana alam terbuka.
Antusiasme masyarakat diperkirakan akan tinggi, mengingat momen Idul Fitri selalu menjadi ajang berkumpulnya umat Muslim dalam jumlah besar. Pelaksanaan Salat Id di ruang terbuka seperti Kebun Raya juga memberikan alternatif bagi warga yang ingin merasakan suasana ibadah yang lebih lapang dan alami.
Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama pelaksanaan ibadah. Kebersihan menjadi perhatian utama, terutama karena lokasi berada di kawasan konservasi. Jemaah diharapkan tidak meninggalkan sampah serta menjaga fasilitas yang tersedia.
Fenomena penggunaan ruang publik ikonik seperti Kebun Raya Bogor untuk Salat Id menunjukkan adanya inovasi dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan. Selain memberikan pengalaman baru bagi jemaah, langkah ini juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Sebagai salah satu kebun botani tertua di Asia Tenggara yang berdiri sejak 1817, Kebun Raya Bogor memiliki nilai historis dan ekologis yang tinggi. Dengan latar belakang tersebut, pelaksanaan Salat Id di lokasi ini diharapkan tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Salat Id 2026 di Kebun Raya Bogor diharapkan berjalan lancar, khidmat, serta memberikan pengalaman ibadah yang berkesan bagi seluruh jemaah.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























