69838c492874c
Heboh Penampakan "Gunung" Uang di TPS Bekasi: Berbentuk Gumpalan Cacahan Rp 100.000, Ini Faktanya!

BEKASI – Warga di sekitar Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di wilayah Bekasi mendadak gempar pada Kamis (5/2/2026). Pasalnya, di antara tumpukan sampah rumah tangga, terlihat pemandangan yang tak biasa: gumpalan-gumpalan berwarna merah yang setelah diteliti ternyata merupakan cacahan uang kertas pecahan Rp 100.000.

Meski terlihat seperti “harta karun” dari kejauhan, penampakan ini justru memancing tanda tanya besar mengenai asal-usul dan legalitas gumpalan uang tersebut.

Bukan Harta Karun, Melainkan Limbah Resmi?

Banyak warga yang sempat mendekat berharap menemukan lembaran yang masih utuh. Namun, kenyataannya uang-uang tersebut sudah dalam kondisi hancur menjadi serpihan kecil (cacahan) yang dipadatkan hingga membentuk gumpalan atau blok.

Secara prosedural, penemuan seperti ini biasanya berkaitan dengan pemusnahan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) oleh Bank Indonesia (BI). Berikut adalah beberapa fakta terkait limbah cacahan uang tersebut:

  • Pemusnahan Rutin: Bank Indonesia secara berkala memusnahkan uang yang sudah lusuh, rusak, atau ditarik dari peredaran dengan cara dicacah menggunakan mesin khusus.

  • LUP (Limbah Uang Kertas): Hasil cacahan ini disebut sebagai Limbah Uang Kertas (LUP) yang biasanya dibuang ke TPA atau diolah kembali menjadi bahan industri (seperti batako atau bahan bakar).

  • Bentuk Gumpalan: Untuk memudahkan transportasi, cacahan tersebut sering kali dipadatkan menjadi bentuk gumpalan atau briket.

Imbauan bagi Warga Bekasi

Pihak berwenang setempat mengimbau warga untuk tidak berebut atau mencoba merakit kembali serpihan uang tersebut. Selain karena kondisinya yang sudah hancur total, uang yang sudah dicacah secara resmi oleh negara telah dicabut statusnya sebagai alat pembayaran yang sah.

“Jangan sampai terjebak euforia ‘uang kaget’. Jika melihat gumpalan merah di TPS, itu kemungkinan besar adalah LUP yang sedang dalam proses pembuangan akhir. Uang tersebut sudah tidak bisa digunakan untuk belanja,” ungkap salah satu petugas di lapangan, Kamis (5/2/2026).

Penemuan ini menjadi pengingat unik bahwa di balik kemegahan pecahannya, uang kertas memiliki siklus hidup yang berakhir di tempat sampah setelah perjalanannya dari tangan ke tangan selesai.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/