Jakarta – Harga kartu grafis diperkirakan akan melonjak drastis sepanjang 2026, dan ketersediaannya bisa menjadi semakin langka. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor kuat di pasar komponen PC global — termasuk krisis pasokan DRAM dan tingginya permintaan untuk kebutuhan Artificial Intelligence (AI) yang terus meningkat.
Peringatan terbaru datang dari memo internal Zotac Korea Selatan yang beredar, di mana perusahaan produsen GPU ini mengakui tekanan biaya produksi yang meningkat dan potensi sulitnya pasokan kartu grafis akan berlanjut sepanjang tahun 2026. Dalam dokumen tersebut, Zotac menyebut bahwa kenaikan harga DRAM dan NAND telah mencapai level yang tidak wajar, berdampak langsung pada harga rata-rata GPU termasuk seri Nvidia RTX 50 dan AMD RX 9000.
“Produsen perangkat keras kembali memberi sinyal soal tekanan besar di pasar kartu grafis… harga GPU akan semakin mahal dan pasokannya makin sulit didapat sepanjang 2026,” tulis laporan detikINET yang mengutip memo internal tersebut.
Krisis Memori Global: DOSEN Utama Kenaikan Harga
Salah satu faktor pendorong utama kenaikan harga GPU adalah lonjakan harga memori DRAM dan GDDR6/GDDR7 yang kini digunakan dalam pembuatan kartu grafis modern. Menurut analis industri, memori kini menyumbang sekitar 80% biaya produksi GPU, sehingga setiap kenaikan harga DRAM berimbas signifikan terhadap harga jual akhir kartu grafis.
Selain naiknya harga, pasokan memori juga terus terseret ke sektor AI dan pusat data, yang memprioritaskan alokasi komponen dengan margin lebih tinggi daripada kebutuhan PC gaming biasa. Situasi seperti ini membuat produsen GPU harus beradaptasi, bahkan dengan mengurangi produksi model tertentu dan menunda peluncuran produk baru.
Harga & Pasokan GPU: Apa Yang Perlu Kamu Tahu
Beberapa prediksi bahkan menunjukkan bahwa harga flagship seperti Nvidia RTX 5090 bisa mencapai angka jauh di atas MSRP ketika rilis awalnya beberapa waktu lalu, dengan kenaikan signifikan yang berpotensi berlanjut sepanjang tahun ini.
Tak hanya Nvidia, AMD juga diperkirakan akan menyesuaikan harga pada jajaran Radeon RX 9000 series mereka, mengikuti tren kenaikan biaya produksi global.
Efek dari krisis ini bukan hanya dirasakan di segmen premium. GPU kelas menengah juga melihat markup harga yang meningkat, membuat opsi upgrade atau rakitan PC gaming menjadi lebih mahal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pencari GPU kini sering kali melihat harga pasar yang lebih tinggi daripada MSRP resmi produsen.
Siapa yang Paling Terkena Dampaknya?
-
Gamer PC: Peningkatan harga kartu grafis berarti biaya upgrade sistem akan naik, terutama bagi yang menargetkan GPU generasi terbaru.
-
Builder PC & Enthusiast: Pasokan yang ketat dan harga yang tak stabil membuat perencanaan build PC menjadi lebih sulit.
-
Produsen OEM: Beberapa manufaktur komputer bisa menyesuaikan strategi produksi untuk mengantisipasi kenaikan biaya komponen.
Prediksi Pasar ke Depan
Berdasarkan tren analis hardware, kondisi ini bisa menjadi “baseline baru” dalam harga GPU, bahkan setelah puncak krisis. Penurunan harga kembali ke level-level sebelum 2024 diperkirakan sulit terjadi dalam jangka pendek, karena faktor struktural seperti permintaan AI dan alokasi memori ke pusat data masih dominan di pasar.
Sementara itu para konsumen disarankan mempertimbangkan pembelian sekarang jika memungkinkan, karena peluang melihat harga GPU lebih murah sepanjang 2026 tampaknya makin sedikit.
Dengan kondisi yang terus berubah, para gamer dan perakit PC di seluruh dunia kini harus siap menghadapi era baru di mana kartu grafis bukan hanya komponen penting, tetapi juga komoditas yang harganya dapat melonjak tajam dan sulit ditemukan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















