IMG_3900
Harapan dan Derita di Laut Padar: Keluarga Pelatih Valencia Takkan Pulang Sebelum 4 Korban Ditemukan

Labuan Bajo — Pencarian terhadap empat korban Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), terus berlangsung hingga hari keempat. Dalam tragedi yang terjadi Jumat malam (26/12/2025) itu, satu keluarga pelatih sepak bola dari Valencia CF, termasuk sang ayah — pelatih Fernando Martín Carreras — serta tiga anaknya, dilaporkan hilang dan sampai kini belum ditemukan. 

Melalui pernyataan yang disampaikan pihak keluarga, mereka menegaskan tidak akan kembali ke Spanyol sebelum keempat korban ditemukan. “Kami takkan pulang tanpa mereka,” ujar keluarga korban penuh haru, menguatkan tekad agar proses pencarian dan penemuan korban bisa terus berjalan hingga titik akhir.

KM Putri Sakinah berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada Jumat malam, membawa total 11 penumpang, termasuk enam wisatawan asal Spanyol, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata lokal. Kapal ini tengah menyeberang menuju Pulau Padar ketika mesin kapal tiba-tiba mati sekitar 30 menit setelah berlayar, di tengah gelombang laut yang cukup tinggi. Akibatnya, kapal tidak mampu bermanuver dan akhirnya karam. 

Tim SAR gabungan bersama Basarnas dan aparat setempat berhasil menyelamatkan tujuh orang dalam kondisi selamat, termasuk istri pelatih Valencia dan salah satu anak mereka. Namun empat orang lainnya — Fernando dan ketiga anaknya — masih dinyatakan hilang hingga pencarian hari keempat.

Pada hari keempat pencarian (Senin, 29 Desember 2025), tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah perempuan di perairan sekitar lokasi kejadian, sekitar 1 nautical mile dari titik dugaan kapal karam. Jenazah itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Labuan Bajo untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Meskipun demikian, hingga saat ini tiga korban lainnya masih belum ditemukan, termasuk pelatih Valencia — yang dikenal luas dalam komunitas sepak bola Spanyol sebagai pelatih tim wanita Valencia CF Women B — serta dua anak laki-lakinya dan satu anak perempuan.

Tragedi ini menyita perhatian tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia sepak bola internasional. Klub lain seperti Real Madrid CF turut menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang menimpa pelatih dan keluarganya. Pernyataan resmi klub tersebut menegaskan rasa dukacita atas meninggalnya Fernando Martín dan ketiga anaknya, serta memberikan dukungan kepada istri korban dan keluarga besar mereka selama masa sulit ini.

Cuaca buruk dan kondisi laut yang berubah-ubah terus menjadi kendala utama dalam operasi pencarian. Meski demikian, Basarnas dan tim SAR dari berbagai instansi tetap melanjutkan pencarian menggunakan berbagai sarana, termasuk kapal patroli, penyelam profesional, serta dukungan masyarakat lokal. 

Keluarga korban, meski diliputi duka mendalam, tetap teguh pada keputusan mereka untuk terus menunggu sampai semua anggota keluarga kembali dengan selamat atau ditemukan. Pernyataan ini menjadi refleksi kuat tentang harapan, solidaritas, dan kesetiaan keluarga dalam menghadapi situasi terberat sekalipun.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/