CIKARANG PUSAT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat. Apel gelar pasukan ini dipimpin langsung oleh Pj Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, sebagai bentuk respons cepat terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan meningkat di penghujung tahun ini hingga awal tahun depan.
Ribuan personel gabungan yang terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, serta relawan kemanusiaan, turut ambil bagian dalam apel akbar tersebut.
Fokus Antisipasi Banjir dan Angin Kencang
Dalam amanatnya, Pj Bupati menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah langkah pengecekan terakhir (final check) untuk memastikan kesiapan personel maupun peralatan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
“Berdasarkan prediksi BMKG, kita akan memasuki puncak musim hujan dengan intensitas tinggi. Kita tidak boleh lengah. Seluruh elemen harus dalam kondisi ‘Siaga Satu’ untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana bagi masyarakat,” tegas Dedy Supriyadi.

Cek Kesiapan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Bencana
Usai memimpin apel, Pj Bupati didampingi Forkopimda (Kapolres dan Dandim) melakukan inspeksi langsung terhadap kelengkapan peralatan penanggulangan bencana yang digelar di lapangan.
Pengecekan meliputi kondisi perahu karet (rubber boat), mesin tempel, tenda pengungsian, dapur umum, alat berat, hingga gergaji mesin (chainsaw) untuk penanganan pohon tumbang. Dedy ingin memastikan seluruh alat tersebut berfungsi optimal dan siap diterjunkan kapan saja dibutuhkan.
“Saya minta pastikan semua alat berfungsi baik. Jangan sampai saat bencana terjadi, perahunya bocor atau mesinnya mogok. Kecepatan respons adalah kunci keselamatan warga,” instruksinya kepada Kepala Pelaksana BPBD.
Perkuat Sinergi Pentahelix
Pj Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi Pentahelix (Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, Akademisi, dan Media) dalam manajemen bencana. Ia menyadari bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian.
Keterlibatan aktif camat, kepala desa, hingga ketua RT/RW sebagai garda terdepan informasi sangat dibutuhkan untuk deteksi dini.
“Bencana adalah urusan bersama. Mari kita bahu-membahu, tingkatkan koordinasi, dan hilangkan ego sektoral demi melindungi warga Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.
Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi
Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media






















