Kupang — Gunung Ile Lewotolok, sebuah gunung berapi yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dalam dua hari terakhir. Menurut laporan terbaru, gunung ini telah mengalami sekitar 278 letusan dalam kurun waktu 48 jam, menunjukkan bahwa tingkat kegiatannya terus meningkat dan berpotensi berdampak pada wilayah sekitarnya serta keselamatan publik.
Peningkatan Letusan dan Kolom Abu Vulkanik
Berdasarkan data pengamatan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dalam rentang waktu dua hari tersebut terekam puluhan hingga ratusan erupsi vulkanik pada gunung berapi setinggi lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut itu. Kolom abu vulkanik yang tercatat mencapai ketinggian hingga sekitar 500 meter di atas puncak dalam beberapa letusan, meskipun tinggi sebenarnya bisa bervariasi tergantung kondisi angin dan tekanan vulkanik saat kejadian.
Letusan yang berlangsung sepanjang Jumat hingga Sabtu itu dideteksi melalui seismogram yang mencatat gempa vulkanik, baik berupa letusan eksplosif maupun embusan abu. Aktivitas semacam ini biasanya disertai suara gemuruh dan loncatan material vulkanik dari kawah, yang menjadi indikator bahwa magma bergerak ke permukaan dan melepaskan tekanan.
Status Gunung dan Imbauan Resmi
Mengingat lonjakan jumlah erupsi yang begitu signifikan dalam waktu singkat, PVMBG telah menetapkan status aktivitas Ile Lewotolok pada Level II atau ‘waspada’. Penetapan ini berarti bahwa gunung masih aktif dan berpotensi kontinyu meletus, sehingga masyarakat yang tinggal di sekitarnya harus tetap waspada terhadap perubahan kondisi dan potensi ancaman sekunder seperti hujan abu dan lontaran batu vulkanik.
PVMBG secara tegas mengimbau agar warga, pendaki, wisatawan, dan pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius minimal 2 kilometer dari pusat kawah, serta memperluas jarak aman hingga 2,5 kilometer di sektor tertentu seperti selatan dan barat gunung. Hal ini merupakan tindakan pencegahan untuk menghindari risiko terhadap keselamatan jiwa dan aset akibat lontaran material dan awan panas vulkanik.
Risiko dan Potensi Dampak
Erupsi gunung berapi — terutama yang terjadi dengan frekuensi tinggi seperti yang terjadi di Ile Lewotolok — dapat membawa dampak beragam terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Salah satu dampak langsung adalah hujan abu vulkanik, yang bisa menyelimuti permukiman, lahan pertanian, hingga jalur transportasi. Abu vulkanik juga berbahaya bagi kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan orang dengan gangguan pernapasan.
Selain itu, lontaran material vulkanik padat seperti batu dan kerikil dapat merusak bangunan, kendaraan, dan infrastruktur lain di zona berbahaya. Meski letusan Ile Lewotolok yang tercatat belum termasuk pada kategori besar seperti gunung api lain di Nusantara, frekuensi tinggi erupsinya tetap menjadi indikator vigilan tinggi bagi otoritas dan masyarakat.
Sejarah Aktivitas Gunung Ile Lewotolok
Gunung Ile Lewotolok dikenal sebagai salah satu gunung berapi yang cukup aktif di wilayah Timur Indonesia. Aktivitas vulkaniknya telah tercatat meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan berbagai letusan yang sempat terekam puluhan hingga ratusan kali dalam periode tertentu. Sebelumnya, tercatat aktivitas signifikan pada tahun-tahun sebelumnya yang juga mendorong otoritas memperketat radius aman bagi penduduk dan wisatawan.
Waspada dan Siaga
Dengan kondisi yang berkembang ini, PVMBG tetap memantau aktivitas vulkanik secara intensif melalui pos-pos pengamatan di sekitar gunung. Informasi dan peringatan dini akan terus diperbarui kepada publik melalui kanal resmi seperti aplikasi MAGMA Indonesia maupun siaran media sosial lembaga terkait.
Masyarakat di sekitar wilayah Lembata dan sekitarnya diimbau untuk menjaga jarak dari area berbahaya, mempersiapkan masker untuk melindungi dari abu, dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tim mitigasi bencana setempat. Dengan kewaspadaan yang tinggi, risiko akibat aktivitas Ile Lewotolok dapat diminimalkan meskipun gunung api ini masih menunjukkan tanda-tanda aktivitas yang kuat.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























