LONDON — Manchester United mencuri perhatian di Emirates Stadium dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal dalam lanjutan Premier League 2025/26, Minggu (25/1/2026) malam WIB. Kemenangan ini menjadi salah satu hasil paling mencengangkan musim ini, menandai comeback luar biasa tim tamu dan memperketat persaingan di papan atas liga Inggris.
Pertandingan sempat didominasi tuan rumah sejak awal. Arsenal membuka skor lebih dulu melalui gol bunuh diri Lisandro Martínez pada menit ke-29 ketika upaya serangan arms tuan rumah justru berbuah malapetaka. Gol ini sempat memberikan suntikan kepercayaan bagi Meriam London di kandang sendiri.
Namun momentum berubah ketika Bryan Mbeumo memanfaatkan kesalahan lini belakang Arsenal pada menit ke-37 untuk menyamakan skor 1-1 bagi Manchester United. Gol ini memicu semangat tim tamu untuk tampil lebih agresif di babak kedua.
Memasuki menit ke-50, United berbalik unggul melalui sepakan keras Patrick Dorgu, yang menembus pertahanan Arsenal dan membuat skor menjadi 2-1. Gol dari luar kotak penalti ini menandai momen penting bagi United yang tampil sebagai underdog.
Arsenal tidak tinggal diam. Tekanan demi tekanan dilancarkan demi meraih poin penuh di kandang sendiri. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-84 lewat sontekan Mikel Merino, yang menyamakan skor menjadi 2-2 dalam laga yang semakin memanas.
Namun drama belum usai. Di menit ke-87, Matheus Cunha menjadi pahlawan untuk Manchester United dengan gol spektakulernya dari luar kotak penalti yang memastikan kemenangan 3-2. Tendangan melengkungnya yang akurat mengoyak jala gawang Arsenal, sekaligus mencetak gol penentu dalam laga penuh ketegangan ini.
Gol Cunha tidak hanya memberikan tiga poin bagi United, tetapi juga menimbulkan perbincangan karena selebrasi kontroversialnya yang dianggap berlebihan oleh sebagian suporter — namun hal ini justru menambah nuansa dramatis dari kemenangan tersebut.
Dengan tambahan tiga poin, Manchester United naik ke posisi keempat klasemen sementara Liga Inggris musim ini, menggeser beberapa rival mereka dengan raihan 47 poin. Sementara itu, Arsenal tetap di puncak klasemen dengan 50 poin, namun keunggulan mereka atas pesaing kini menyusut menjadi hanya empat poin.
Pelatih interim United, Michael Carrick, mendapat pujian atas mental dan strategi yang diterapkan timnya. Dua kemenangan beruntun sejak Carrick mengambil alih kursi pelatih utama memperlihatkan dampak positif dari perubahan taktik dan semangat juang skuad Setan Merah.
Sementara itu, manajer Arsenal Mikel Arteta menyoroti pentingnya fokus mental dalam menghadapi laga-laga penting seperti ini. Meski dominan di banyak aspek permainan, kesalahan kecil dalam distribusi bola dan pertahanan menjadi faktor yang membuat mereka kehilangan dua poin di kandang sendiri.
Hasil ini tentu menjadi salah satu momen paling dinanti penggemar sepak bola musim ini. Laga antara dua klub besar — Arsenal dan Manchester United — selalu sarat drama, dan kali ini tidak mengecewakan penggemar dari kedua kubu di Inggris maupun internasional.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
















