KOTA BEKASI — Wakil Ketua III DPRD Kota Bekasi, Puspa Yani, menyerukan agar Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD-KKSS) Kota Bekasi menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah melalui keterlibatan aktif dalam berbagai program sosial dan budaya yang mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Seruan ini disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus BPD-KKSS Kota Bekasi periode 2025–2030 pada Minggu (8/2/2026) di Graha Hartika, Bekasi Selatan.
Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini ditandai dengan pengukuhan kepengurusan baru oleh Ketua BPD-KKSS Bekasi, Dr. H. Abdul Muin Hafed, dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe, yang juga memberikan apresiasi dan dukungan bagi peran organisasi kedaerahan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Puspa Yani menegaskan bahwa DPRD melihat organisasi masyarakat seperti KKSS sebagai elemen penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan warga. Dia menilai peran organisasi berbasis kedaerahan merupakan penghubung efektif antara aspirasi masyarakat dan arah kebijakan publik, terutama dalam membangun kemajuan di berbagai bidang seperti sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
“Organisasi masyarakat bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi mitra kerja dalam mewujudkan program pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Puspa Yani di hadapan jajaran pengurus baru dan tamu undangan.
Menurut legislator ini, keberadaan KKSS di Kota Bekasi yang dikenal dengan keragaman suku dan budaya memberikan potensi besar untuk memperkuat harmoni sosial, memperluas jejaring sosial antarwarga, dan menjadi wahana bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan. Hal tersebut dinilai sejalan dengan semangat gotong-royong serta memperkuat persatuan di kota yang multikultural.
Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe yang hadir di acara ini turut mendukung pesan tersebut dengan menekankan pentingnya menjaga kestabilan sosial dan solidaritas masyarakat melalui organisasi kedaerahan. Harris menyatakan bahwa pemerintahan daerah sangat mengapresiasi kontribusi KKSS dalam menjaga keterpaduan antarwarga dan mendorong kemajuan kota secara inklusif.
Harris menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, legislatif, dan organisasi masyarakat akan mempermudah proses komunikasi dua arah dalam penyusunan program pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Perbedaan latar belakang budaya dan identitas kedaerahan adalah kekayaan sosial, bukan penghalang, untuk membangun Bekasi yang lebih maju,” ujarnya.
Pelantikan pengurus baru BPD-KKSS Kota Bekasi juga menjadi momentum untuk memperkuat networking dan peran strategis organisasi dalam berbagai program sosial kemasyarakatan, termasuk kegiatan bakti sosial, pendidikan, dan kegiatan budaya yang dapat mempererat hubungan antaranggota komunitas serta warga kota secara umum.
Ketua BPD-KKSS terpilih, Dr. H. Abdul Muin Hafed, menyampaikan komitmennya untuk memimpin organisasi dengan semangat progresif, adaptif, dan responsif terhadap tantangan sosial yang ada di Bekasi. Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa kontribusi nyata tidak hanya bagi anggota KKSS tetapi juga untuk seluruh warga Bekasi melalui kolaborasi dengan pemerintah dan DPRD.
Dengan dukungan dari DPRD dan Pemkot Bekasi, peran KKSS diharapkan semakin meningkat sebagai mitra strategis pembangunan daerah yang membantu memperkuat fondasi sosial, budaya, serta memperluas kesempatan bagi warga untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan kota yang inklusif dan berkeadilan.
(kabarbaghasasi/adv)
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























