Kota Bekasi – Warga di sejumlah wilayah Kota Bekasi kembali menyuarakan keluhan terkait kondisi jalan yang diperbaiki dengan metode tambal sulam. Perbaikan yang dilakukan dinilai tidak bertahan lama dan cepat kembali rusak, sehingga memicu sorotan terhadap kinerja pemerintah daerah dan DPRD Kota Bekasi dalam pengawasan infrastruktur.
Beberapa titik jalan yang sebelumnya diperbaiki dengan metode penambalan aspal dilaporkan kembali berlubang dalam waktu relatif singkat, terutama setelah diguyur hujan deras. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
“Baru beberapa minggu ditambal, sekarang sudah rusak lagi. Kalau hujan, lubangnya makin dalam,” ujar salah satu warga Bekasi Timur yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
Metode tambal sulam memang kerap digunakan sebagai solusi cepat untuk menutup lubang jalan. Namun, warga menilai metode ini hanya bersifat sementara dan bukan solusi permanen. Mereka berharap adanya perbaikan total dengan pengaspalan ulang menyeluruh, bukan sekadar penambalan di titik tertentu.
Sorotan terhadap kondisi ini turut disampaikan dalam forum reses dan rapat dengar pendapat yang melibatkan perwakilan masyarakat dengan anggota DPRD Kota Bekasi. Sejumlah warga meminta agar legislatif lebih aktif mengawasi proyek perbaikan jalan serta memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar teknis.
Menurut sejumlah pengamat infrastruktur, tambal sulam yang tidak dikerjakan sesuai prosedur teknis berpotensi cepat rusak. Proses seperti pembersihan lubang, pengeringan area, penggunaan material berkualitas, hingga pemadatan maksimal menjadi faktor penting agar hasilnya tahan lama. Jika tahapan ini tidak dilakukan secara optimal, tambalan aspal akan mudah terkelupas saat terkena beban kendaraan berat maupun genangan air.
Warga juga menilai perlu adanya transparansi anggaran proyek perbaikan jalan agar masyarakat mengetahui sejauh mana alokasi dana digunakan dan bagaimana kualitas pengerjaannya diawasi. Mereka berharap DPRD Kota Bekasi dapat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap dinas terkait.
Selain itu, beberapa warga mengusulkan agar pemerintah kota mempertimbangkan metode pengaspalan ulang secara menyeluruh (overlay) di ruas jalan yang tingkat kerusakannya sudah parah. Meski membutuhkan anggaran lebih besar, langkah tersebut dinilai lebih efektif dalam jangka panjang dibanding tambal sulam berulang.
Menanggapi keluhan ini, sejumlah anggota DPRD Kota Bekasi menyatakan akan melakukan evaluasi bersama dinas teknis terkait kualitas pengerjaan di lapangan. DPRD juga berkomitmen mendorong peningkatan standar pelaksanaan proyek agar hasilnya lebih maksimal dan tahan lama.
Permasalahan jalan rusak memang menjadi isu klasik di wilayah perkotaan dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Bekasi. Intensitas kendaraan berat, cuaca ekstrem, dan sistem drainase yang belum optimal turut mempercepat kerusakan jalan.
Warga berharap, ke depan, DPRD Kota Bekasi tidak hanya menerima laporan, tetapi juga memastikan adanya langkah konkret dan berkelanjutan. Perbaikan jalan yang berkualitas bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
(kabarbaghasasi/adv)
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/





















