067670200_1716287333-IMG-20240521-WA0012
Dishub DKI Kerahkan 2.500 Personel Antisipasi Arus Libur Nataru, Puncak Mudik Diprediksi 19–20 Desember

JAKARTA — Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah besar jelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan menyiapkan 2.500 personel gabungan untuk mengamankan dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan dari dan menuju ibu kota.

Persiapan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat terutama pada puncak arus mudik dan libur panjang akhir tahun. Berdasarkan perkiraan internal Dishub, puncak arus mudik Nataru diprediksi terjadi pada 19–20 Desember 2025, seiring dimulainya libur sekolah yang dijadwalkan pada 22 Desember.

Siaga Personel dan Armada Transportasi

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan total 2.500 personel Dishub akan disiagakan di sejumlah titik strategis. Mereka akan ditempatkan di empat terminal utama dan tiga terminal bantuan di wilayah Jakarta yang merupakan titik arus mudik signifikan.

Terminal-terminal utama tersebut antara lain Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Tanjung Priok yang menjadi pusat keberangkatan angkutan antarkota-antarprovinsi (AKAP). Sedangkan terminal bantuan seperti Muara Angke, Grogol, dan Lebak Bulus difungsikan untuk mengurai kepadatan jika terminal utama mulai padat.

Selain itu, armada penunjang termasuk sekitar 80 unit mobil derek, 46 unit mobil patroli, serta dua VMS (Variable Message Sign) mobile telah disiapkan untuk memberikan informasi dan menindaklanjuti gangguan lalu lintas jika diperlukan.

Fokus Layanan dan Pengaturan Lalu Lintas

Dishub juga memfokuskan pengaturan di sejumlah kawasan wisata dan simpul transportasi yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung selama masa libur. Beberapa lokasi yang menjadi sorotan utama adalah Monumen Nasional (Monas), Ragunan, Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), Setu Babakan, Kota Tua, hingga Taman Mini Indonesia Indah.

Di lokasi-lokasi tersebut, tim Dishub merencanakan manajemen rekayasa lalu lintas adaptif berdasarkan kondisi arus kendaraan dan pejalan kaki di lapangan. Misalnya, kebijakan satu arah saat jam padat maupun aturan khusus dalam pengaturan arah masuk dan keluar lokasi wisata.

Kesiapan ini juga mencakup layanan transportasi laut, terutama menuju Kepulauan Seribu, dimana Dishub menambah empat unit kapal wisata untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat. Meski demikian, layanan kapal tetap disesuaikan dengan kondisi cuaca untuk menjamin keselamatan.

Integrasi Penanganan dan Kolaborasi Sektor

Pengamanan dan layanan Dishub DKI turut terintegrasi dengan langkah penyiapan dari instansi lain seperti kepolisian, pihak pelabuhan, serta otoritas transportasi di titik-titik dengan mobilitas tinggi. Upaya koordinasi ini sejalan dengan gaya penanganan sinergis yang ditekankan oleh aparat keamanan nasional untuk memastikan keseluruhan periode Nataru berjalan aman dan tertib.

Tidak hanya memfokuskan pada jumlah personel, Dishub juga melakukan pemeriksaan kelaikan jalan dan kendaraan angkutan umum yang akan beroperasi agar memenuhi standar teknis keselamatan dan siap melayani arus mudik yang diperkirakan padat.

Antisipasi Lonjakan Arus Udara dan Laut

Kesiapan layanan transportasi selama Nataru bukan hanya di jalur darat. Lembaga terkait telah meningkatkan pengawasan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang udara, termasuk memastikan pemeriksaan dokumen dan pelayanan darurat terpenuhi.

Begitu pula di jalur pelayaran, pihak berwenang memetakan potensi kemacetan dan gangguan lalu lintas laut di pelabuhan besar, meminta pemeriksaan ketat terhadap kapal serta kesiapan sarana keselamatan.

Harapan Kelancaran Libur Akhir Tahun

Dengan kesiapan ribuan personel Dishub, armada transportasi lengkap, dan kerja sama antarinstansi, pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap masyarakat dapat menikmati libur Nataru dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan berarti. Periode ini menjadi tantangan besar bagi kapabilitas layanan publik, namun langkah komprehensif ini diharapkan memberi dampak positif bagi kelancaran mobilitas di pusat ibu kota Indonesia.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/