CIKARANG – Persoalan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bekasi seolah tak ada habisnya. Banyaknya bangunan sekolah yang rusak berat hingga ambruk membuat proses belajar mengajar terganggu dan membahayakan nyawa siswa.
Menanggapi lambatnya proses Rehabilitasi Total yang kerap terkendala birokrasi anggaran, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi akhirnya melontarkan usulan taktis. Pihak legislatif menyarankan agar pihak sekolah tidak hanya diam menunggu, melainkan memanfaatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk perbaikan ringan atau darurat.
Solusi Sementara di Tengah Ancaman
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi menilai, menunggu anggaran besar dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk pembangunan ulang gedung seringkali memakan waktu lama (proses lelang, tender, dll). Sementara itu, kondisi atap yang lapuk atau tembok yang retak tidak bisa menunggu.
“Kalau menunggu rehab total itu kan prosesnya panjang, bisa tahun depan baru realisasi. Saran kami, pakai dulu Dana BOS untuk perbaikan yang sifatnya urgent. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru bergerak,” ujar perwakilan DPRD dalam keterangannya.

Bolehkah Dana BOS untuk Fisik?
Usulan ini tentu harus mengacu pada petunjuk teknis (Juknis) penggunaan Dana BOS. Secara aturan, sebagian persentase Dana BOS memang diperbolehkan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah (pemeliharaan ringan), seperti mengganti genteng bocor, mengecat tembok, atau memperbaiki pintu rusak.
DPRD mendorong Kepala Sekolah untuk lebih berani dan inisiatif menggunakan pos anggaran tersebut demi kenyamanan siswa, asalkan tetap sesuai koridor aturan dan transparan dalam pelaporannya.
Desakan ke Dinas Pendidikan
Meski menyarankan penggunaan Dana BOS, DPRD tetap memberikan “lampu kuning” kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi. Penggunaan Dana BOS hanyalah solusi “tambal sulam” sementara.
Tanggung jawab utama perbaikan infrastruktur sekolah secara menyeluruh tetap berada di pundak Pemkab Bekasi. DPRD mendesak Disdik untuk mendata ulang sekolah-sekolah kritis dan memprioritaskan anggaran rehab total di APBD perubahan maupun murni agar wajah pendidikan Bekasi tidak lagi identik dengan “sekolah roboh”.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























