Rapat Banmus (10)
Cikarang Melesat Jadi Pusat Data Center RI, PLN Siapkan Pasokan Listrik 'Anti-Kedip' Berstandar Global

CIKARANG — Wajah Kabupaten Bekasi, khususnya kawasan Cikarang, kini tengah mengalami transformasi besar. Dikenal sebagai kota industri manufaktur terbesar di Asia Tenggara, Cikarang kini mengukuhkan posisinya sebagai Pusat Data Center (Pusat Data) Nasional.

Banyaknya perusahaan teknologi raksasa global yang membangun infrastruktur server mereka di Cikarang menuntut ketersediaan energi yang tidak hanya besar, tetapi juga super stabil.

Merespons kebutuhan krusial ini, PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan penuhnya untuk memperkuat dan menjamin keandalan pasokan listrik di kawasan tersebut dengan standar layanan premium.

PLN: “Haram” Ada Kedip di Data Center

General Manager PLN (Unit Induk Distribusi Jawa Barat/terkait) menegaskan bahwa industri Data Center memiliki karakteristik yang unik dan menuntut: mereka membutuhkan listrik 24 jam non-stop dengan toleransi gangguan nol persen.

“Bagi Data Center, listrik adalah nyawa. Tidak boleh ada kedip sedikitpun (zero down time). Oleh karena itu, PLN memperkuat infrastruktur kelistrikan di Cikarang dengan sistem pasokan berlapis (redundansi) untuk menjamin operasional server tetap menyala dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan dengan menambah kapasitas Gardu Induk dan memperkuat jaringan transmisi tegangan tinggi yang melayani kawasan-kawasan industri khusus teknologi di Cikarang.

Dukung Kedaulatan Digital Indonesia

Langkah PLN ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan digital. Dengan pasokan listrik yang andal, investor global akan semakin percaya untuk menempatkan data mereka di Indonesia.

Cikarang dipilih menjadi lokasi favorit karena infrastrukturnya yang matang, lokasi yang aman dari bencana gempa, serta aksesibilitas yang mudah. Kehadiran Data Center ini diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diprediksi bernilai ratusan triliun rupiah.

Siapkan Energi Hijau (Green Energy)

Selain keandalan, PLN juga menjawab tuntutan industri global terkait isu lingkungan. Banyak perusahaan Data Center yang mensyaratkan penggunaan energi bersih.

Untuk itu, PLN juga menyediakan layanan Renewable Energy Certificate (REC) bagi pengelola Data Center di Cikarang. Dengan layanan ini, pasokan listrik yang mengalir ke server-server tersebut dipastikan bersumber dari energi baru terbarukan (EBT), mendukung target Net Zero Emission.

“Cikarang kini adalah etalase kemajuan digital Indonesia. PLN siap menjadi tulang punggung energinya dengan layanan terbaik, andal, dan ramah lingkungan,” pungkasnya.


Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi

Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media