WhatsApp Image 2026-02-23 at 17.37.39
Cegah Tragedi di Bulan Suci: Kapolri Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak dari Bahaya Tawuran Jelang Sahur

Jakarta – Memasuki minggu pertama bulan suci Ramadan 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap fenomena gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama aksi tawuran antar kelompok pemuda. Fenomena yang sering kali berawal dari kegiatan “sahur on the road” atau sekadar nongkrong menunggu waktu subuh ini dinilai telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.

Dalam keterangan resminya, Jenderal Listyo Sigit mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih proaktif dalam memantau aktivitas putra-putri mereka. Kapolri menegaskan bahwa peran keluarga adalah benteng utama dalam mencegah remaja terlibat dalam aksi kekerasan di jalanan.

“Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan mempererat silaturahmi. Namun, sangat disayangkan masih ada oknum pemuda yang justru memanfaatkannya untuk kegiatan negatif seperti tawuran. Saya minta tolong kepada para orang tua, ingatkan dan awasi anak-anak kita. Jangan biarkan mereka keluar rumah untuk hal-hal yang tidak jelas tujuannya, apalagi membawa senjata tajam,” ujar Kapolri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Senin (23/2/2026).

Kapolri menyoroti bahwa pola tawuran saat ini telah bergeser ke ranah digital. Banyak kelompok pemuda yang melakukan janji temu untuk tawuran melalui media sosial. Oleh karena itu, selain pengawasan fisik, orang tua juga diminta untuk peka terhadap aktivitas digital anak-anak mereka.

Sebagai langkah preventif, Polri telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat Polda, Polres, hingga Polsek untuk meningkatkan patroli skala besar di jam-jam rawan, yaitu mulai tengah malam hingga setelah waktu subuh. “Patroli siber dan patroli lapangan akan kami gencarkan. Kami tidak akan segan melakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku bagi siapa saja yang terbukti membawa senjata tajam atau memicu kerusuhan yang mengganggu ketenangan ibadah masyarakat,” tegasnya.

Data menunjukkan bahwa aksi tawuran selama Ramadan sering kali dipicu oleh hal-hal sepele, mulai dari saling ejek di media sosial hingga persoalan petasan. Dampaknya tidak main-main; mulai dari luka berat, cacat permanen, hingga hilangnya nyawa sia-sia di usia produktif.

Kapolri juga mengajak tokoh masyarakat, alim ulama, dan pengurus masjid untuk turut serta memberikan edukasi kepada para pemuda di lingkungan masing-masing. Pendekatan persuasif dan religius diharapkan mampu menyentuh sisi emosional para remaja agar lebih memilih mengisi malam Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat seperti tadarus atau iktikaf di masjid.

“Mari kita jaga kesucian bulan ini. Jangan sampai niat baik untuk beribadah justru berujung pada penyesalan seumur hidup di balik jeruji besi atau di ruang rumah sakit. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Jenderal Listyo Sigit.

Dengan pengawasan ketat dari kepolisian dan kepedulian yang tinggi dari orang tua, diharapkan angka kriminalitas jalanan dan tawuran pemuda selama Ramadan 2026 dapat ditekan secara signifikan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman, nyaman, dan khusyuk.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/