BEKASI – Menanggapi rentetan insiden tanggul jebol yang merendam ribuan rumah warga dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi secara resmi melayangkan permintaan kepada pemerintah pusat untuk segera melakukan perbaikan tanggul kritis secara permanen. Langkah ini dinilai sebagai satu-satunya solusi konkret untuk mengakhiri siklus banjir yang terus menghantui warga Bekasi setiap tahunnya.
Pihak pemerintah daerah menekankan bahwa penanganan darurat menggunakan karung pasir (sandbags) atau bambu tidak lagi mencukupi untuk menahan beban debit air yang kian ekstrem di tahun 2026 ini.
Tantangan Infrastruktur: Melampaui Penanganan Darurat
Selama ini, upaya yang dilakukan saat terjadi kebocoran tanggul di wilayah Bekasi sering kali hanya bersifat sementara. Namun, kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi menuntut penguatan struktur yang lebih kokoh dan modern.
Beberapa poin urgensi yang disampaikan oleh Pemkab Bekasi meliputi:
-
Struktur Beton Permanen: Mengganti tanggul tanah yang rawan erosi dengan konstruksi beton (sheet pile) di titik-titik aliran sungai besar seperti Citarum dan CBL.
-
Normalisasi Menyeluruh: Pengerukan sedimen secara berkala agar kapasitas tampung sungai kembali optimal.
-
Audit Kelayakan Berkala: Melibatkan tim ahli untuk memetakan titik-titik lemah di sepanjang jalur sungai yang melintasi pemukiman padat di Bekasi.
Koordinasi dengan BBWS dan Kementerian PUPR
Karena kewenangan pengelolaan sungai-sungai besar berada di bawah pemerintah pusat, Pemkab Bekasi terus melakukan koordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Kami sudah memetakan lokasi-lokasi yang mendesak untuk diperbaiki. Harapan kami, anggaran dari pusat bisa segera dikucurkan untuk pembangunan fisik tanggul permanen di wilayah Bekasi agar warga kami bisa tidur tenang saat hujan turun,” ujar perwakilan Pemkab Bekasi pada Rabu (21/1/2026).
Dampak bagi Keamanan dan Ekonomi Daerah
Ketidakpastian bencana banjir akibat tanggul yang rapuh tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga melumpuhkan roda ekonomi di Bekasi. Banyak pelaku usaha kecil dan industri yang merugi setiap kali air merendam area gudang atau pertokoan.
Dengan adanya perbaikan permanen, diharapkan nilai investasi dan kenyamanan hunian di Bekasi dapat kembali terjaga. Masyarakat diimbau untuk turut serta menjaga kebersihan aliran sungai agar beban kerja tanggul tidak bertambah akibat tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















